Agama dan Pendidikan

Majelis Nasional KAHMI dan Komisi II DPR Gelar Kolokium Buku: Mengupas Manipulasi Politik dari Perspektif Neurosains dan Psikologi Politik

Institusi negara dan lembaga pendidikan perlu memahami dinamika psikologis masyarakat, agar kebijakan dan edukasi politik dapat dirancang secara lebih etis.

Komponen bangsa—termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan akademisi—mempunyai peran strategis dalam menjaga ruang publik tetap sehat dan bebas dari manipulasi destruktif.

Diskusi kolokium ini kemudian berkembang pada urgensi membangun politik yang lebih etis, transparan, dan mengedepankan penghormatan terhadap akal sehat warga negara.

Forum Kritis untuk Memperkuat Demokrasi

Melalui kolokium ini, Komisi II DPR RI dan MN KAHMI menunjukkan komitmen untuk membuka ruang dialog ilmiah mengenai tantangan manipulasi politik di era digital dan polarisasi.

Kolokium diakhiri dengan harapan agar buku ini dapat menjadi rujukan penting bagi akademisi, pembuat kebijakan, dan seluruh masyarakat Indonesia dalam memperkuat budaya politik yang beradab.

(***/rds)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara