
Manado – Pernyataan menarik disampaikan Lucky Rumopa, Ketua Majelis Tinggi Gerakan Anti Separatisme (GAS). Menurutnya, pemerintah dinilai jangan hanya fokus saja dengan pemberantasan korupsi.
“Sebab sekalipun kita hebat menangani korupsi tetapi bila rasa nyaman dan aman dalam kehidupan sosial tidak terjamin, saya kira ini problem besar juga,” terang Rumopa.
Ia mengamati kekerasan dan kejahatan di masyarakat terkesan dibiarkan. Pemerintah dinilai seakan membiarkan persoalan ini dan diserahkan ke pihak kepolisian sementara polisi dinilai cuci tangan dengan problem masyarakat.
“Sebab yang kita hadapi polisi berperan ketika kasus terjadi. Padahal, maraknya preman bergentayangan main todong sana sini semakin menakutkan,” tuturnya.
Tidak canggung-canggung di siang bolong apalagi malam hari, pencurian, sampai tawuran terus terjadi. Lebih khusus juga yang terjadi pada hajatan Perkemahan Pemuda GMIM.
Tidak ada jaminan keamanan lagi, negeri kita seperti hidup di zaman Sodom dan Gomora – Lucky Rumopa
Kita hanya mampu berpesta-pora dengan suksesnya berbagai penghargaan baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota tetapi kejahatan sangat dan sangat signifikan.
Dia berharap kepada pemerintah dan instansi terkait agar kiranya memberi rasa aman didalam kehidupan masyarakat.
“Sajam bebas berkeliaran sana-sini. Penodongan di jalan-jalan, semakin hebat. Kiranya dibulan ramadhan Sulut berbenah pada soal kenyamanan dan ketentraman,” pesannya.(*)

hehehe…tentu saja menurut pak Lucky, OD bisa menyelamatkan Sodom dan Gomorah ini jika terpilih menjadi Gubernur…
tapi buat OD, juga jangan lupa, bahwa OD masuk hitungan ‘orang tak beriman’ dari analisa pak Lucky…
hahahahaha….
atau menurut pak Lucky, rencana untuk menghancurkan ‘sodom dan gomorah’ bisa dinegosiasikan dengan uang OD dari banggar…
hahahahaha….
saya rasa pak lucky harus menanggapi pernyataan dan pertanyaan dari einstein. mungkinkah di daerah ini sudah tidak ada lagi orang beriman? atau pak lucky hendak menyampaikan bahwa hanya dia yang beriman karena pernyataannya bahwa daerah ini seperti sodom dan gomora. sekali lagi butuh klarifikasi dari pak lucky. atau menurut pak lucky hanya OD yang mampu menyelamatkan. menarik untuk dinantikan klarifikasinya.
hehehe…ternyata masih ada juga yang lebih ekstreem dari einstein…
Daerah kita mau disamakan dengan Sodom dan Gomorah…???
pak Lucky sadar yaa…bahwa menyebut sebuah kota dengan perumpamaan Sodom dan Gomorah sangat keji dan lebih cenderung merupakan perkataan hujatan…
karena Alkitab menceritakan bahwa kota Sodom dan Gomorah dimusnahkan dengan murka Allah karena karena kedurjanaan…
Tuhan akan mengampuni kota itu andaikata ada 50 orang yang beriman di kota itu…ternyata tak ada 50 orang beriman…
dan Tuhan masih mau berbelas kasih…
Kejadian 18:32 Katanya: “Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di
sana?” Firman-Nya: “Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh
itu.”
dan ternyata di kota Sodom dan Gomorah hanya ada Lot dan isterinya yang beriman…
Kristus pun mengecam kota Kapernaum yang merupakan kota yang sangat banyak Mujizat dilakukan Kristus di kota itu tapi tetap kurang beriman…
Matius 11:23 /Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang
telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini.*
jadi pak Lucky…jika daerah kita hendak disamakan dengan Sodom dan Gomorah…siapakah gerangan orang beriman yang tersisa di daerah ini…???
apakah pak Lucky dan isteri…???
hehehe…kalau ketemu langsung pak lucky pasti udah gw jitak…hahahaha…
ini baru mantap hehehehe