BeritaManado.com

Lolos dari Rolling, Kadispora Minut ‘Sakti’

October 11
00:07 2017
Kadospora Minut Toar Sendow.

Kadispora Minut Toar Sendow.

 

Airmadidi-Sering dikritik publik akibat kebijakannya yang kurang populis, rupanya tidak memberi dampak pada Kepala Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Minahasa Utara (Minut) Toar Sendow.

Terbukti Sendow tetap sakti dan posisinya aman, ketika Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan melakukan mutasi jabatan yang dilakukan Senin (9/10/2017).

Panambunan memilih untuk menonjobkan empat pejabat lain yaitu Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Hanny Tambani, Kepala Dinas Pendidikan Lilly Lengkong, Kepala Dinas Perindustrian Femmy Pangkerego dan Kabag Umum Marthen Sumampow.

Kondisi ini kian menguatkan dugaan aktifis pemuda Minut William Luntungan bahwa Sendow mempunyai ‘bakingan’ beberapa orang kuat sehingga meski banjir kritikan namun posisinya tetap dipertahankan.

“Sudah ingkar janji pada Paskibra, sampai sekarang tidak terdengar sanksi dari pemerintah kabupaten unthk Kadispora Minut. Padahal yang bersangkutan sudah sangat mengecewakan para Paskibra, orangtua dan masyarakat luas yang mengetahui kejadian ini. Belum lagi dengan masalah atlet Minut yang terbengkalai,” kata Luntungan, Selasa (10/10/2017).

Disisi lain, Komisi 1 DPRD meminta Bupati Vonnie Anneke Panambunan mengevaluasi Toar Sendow sebagai Kepala Dispora Minahasa Utara.

Pasalnya Sendow dinilai memandang enteng kalangan dewan karena tak hadir tanpa pemberitahuan dalam rapat yang dijadwalkan Senin (9/10/2017).

Dikatakan Ketua Komisi 1 Stendy Rondonuwu, rencana rapat tersebut sudah diberitahukan kepada Kadispora sejak Jumat (6/10/2017).

“Kami sudah memberitahu Kadispora sejak Jumat minggu lalu supaya datang dalam rapat untuk membahas masalah yang mencuat terkait Dispora,” katanya, Senin (09/10), didampingi personel Komisi masing-masing Wentrik Sambiran, Edwin Nelwan, Abram Eha, Chintya Erkles dan Wellem Katuuk.

Sayangnya, lanjut Rondonuwu, Kadispora tak muncul dalam rapat dan tak berinisiatif untuk memberitahu langsung pada ketua ataupun anggota Komisi 1 perihal ketidakhadirannya dalam rapat.

“Karena sudah menunggu lama tak ada pemberitahuan, kami menyuruh staf komisi menghubungi Kadispora. Anehnya yang mengangkat ponsel justru staf Dispora yang menjawab kalau Kadispora ada minum obat,” bebernya.

Rondonuwu pun mengatakan sikap Kadispora Minut merupakan bentuk pandang enteng.

“Secara etika Kadispora pandang enteng pada kami. Tak mungkinlah Kadispora gaptek. Kan bisa beritahu lewat SMS atau WA. Bukan justru staf dinas yang memberitahu kadis tak bisa hadir. Itupun setelah kami menelepon lebih dahulu,” sembur Rondonuwu sembari berharap Bupati Vonnie Panambunan mengevaluasi posisi Toar Sendow sebagai kadispora.

Saat dikonfirmasi via ponsel, Toar Sendow mengaku tak bisa hadir rapat dengan Komisi 1 karena sakit maag kambuh.

“Saya mendadak sakit maag. Tapi sudah memberitahu Komisi 1 lewat Citra (staf DPRD, red) kalau saya tak bisa hadir rapat,” ujarnya.(findamuhtar)

 

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment