Berita Utama

Lokon Terus Aktif, Tiga SD Belum Bisa Beroperasi

Lokon Terus Aktif, Tiga SD Belum Bisa Beroperasi
Letusan Gunung Lokon tanggal 15 Juli (fotografer Tribun Manado, Rizky Adriansyah)

TOMOHON – Sebanyak tiga sekolah dasar (SD) di Kelurahan Kinilow, Kinilow 1 dan Kakaskasen 1, Kota Tomohon, Sulawesi Utara, tidak melakukan kegiatan belajar mengajar akibat meningkatnya aktivitas Gunung Lokon.

Pemantauan di SD GMIM Kinilow dan SD Katolik Kinilow 1, Senin (18/7), tampak sekolah itu kosong, tidak ada murid dan guru yang beraktivitas.

Sedangkan di SD GMIM Kinilow 1 kendatipun tidak ada murid namun sejumlah guru tampak berada di ruang guru. Evi Torar, salah seorang guru SD GMIM mengatakan, sekolahnya belum melakukan aktivitas belajar mengajar karena para murid masih berada di tempat pengungsian.

ADVERTISEMENT

“Saat ini murid-murid berada di lokasi pengungsian, sehingga tidak ada proses belajar mengajar. Selain itu sejumlah guru di sekolah itu juga mengungsi dan berada di pengungsian akibat letusan gunung tersebut,” kata Torar.

Menurut Torar, di sekolah tersebut tercatat sekitar 302 murid dari kelas I sampai VI.

Boy Manoppo, Kepala Lingkungan 1 Kelurahan Kinilow mengatakan, SD Inpres Kinolow sejak Selasa (12/7) sudah tidak melakukan aktivitas belajar mengajar akibat letusan Gunung Lokon.

“Sekolah itu berada di zone larangan sehingga warga yang berada di lokasi harus dievakuasi saat terjadi peningkatan aktivitas,” kata Manoppo.

Sejak Sabtu (9/7) hingga Minggu (17/7), aktivitas Gunung Lokon meningkat dengan terjadi beberapa kali letusan, sehingga sampai saat ini terdapat sekitar 5.205 warga di Kelurahan Kinilow, Kelurahan Kinilow 1 dan Kakaskasen 1 harus diungsikan ke sejumlah tempat.

Ribuan pengungsi itu berada dan tersebar di 26 lokasi pengungsian, antaralain, di Taman Kota, Aula Gereja, Balai Pertemuan Umun Kelurahan, ruang kuliah di Universitas Kristen Indonesia Tomohon, Universitas Negeri Manado di Tondano dan Aula Parakletos. (bom)