
Manado, BeritaManado.com — Lmnd EK-Manado bersama PMHU Sulut Menggelar aksi Refleksi dengan Baca puisi, Orasi Ilmiah, Menyayi lagu perjuangan, dan pemasangan lilin Selasa, (09/05/23) dipatung wolter Monginsidi dalam rangka peringati hari Marsinah.
Kematian Marsinah yang ternilai tragis setelah melakukan perjuangan terhadap hak-hak buruh tak kunjung menemui titik terang.
Pasalnya hingga saat ini kasus tersebut tak pernah diangkat keterbukaan guna ditemukannya sebuah kebenaran.
Marsinah merupakan korban kekejaman kediktatoran Orde baru, selain Marsinah juga banyak tokoh demokrasi lainnya yang keberadaannya tak jelas hingga saat ini.
Ketua LMND EK-manado Dopen Florensius Tokan yang sering disapa Dopen menyampaikan bahwa giat momentual seperti ini harus terus diaktifkan guna memberi sinyal kepada pemerintah agar mengingat bahwa ada kasus yang tak kunjung diselesaikan.
“Marsinah dan kawan-kawan lainnya seperti Whiji Thukul, Buyat harusnya menjadi salahsatu tugas penting dari pemerintah terlebih sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan mereka adalah menemukan titik terang bahwa siapa yang harus bertanggungjawab terkait kasus tersebut”. Tutur Dopen
Ketua PMHU Sulut Ithin Muhama Persoalan Marsinah serta kasus HAM lainnya jangan sekedar dijadikan bualan politik diajang Pemilu semata.
Diawal Pemerintahan Jokowi berjanji bahwa akan memberi titik terang terkait pelanggaran-pelanggaran HAM berat dimasa lalu.
Adapun yang menjadi tawaran resolusi dari PMHU Sukut dan LMND EK-Manado, Pemerintah harus segera menuntaskan pembentukan pengadilan HAM untuk menyesuaikan kasus marsinah.
(*/Erdysep Dirangga)
