
Manado – Akhir-akhir ini dimana aliran listrik di Sulawesi Utara sering mengalami pemadaman mendapat respon oleh organisasi pemuda seperti yang dilakukan aksi demonstrasi ribuan massa KNPI Sulut di kantor PLN Suluttenggo, Selasa (28/10/2014) siang.
Namun berbanding terbalik keluar dari pernyataan organisasi Karang Taruna Sulut yang malah terang-terangan mendukung PLN yang melakukan pemadaman bergilir didaerah ini.
Hal tersebut disampaiakan Pengurus Karang Taruna Sulut Steven Liow kepada BeritaManado.com.
Menurut Liow, pemadaman listrik yang dilakukan PLN secara bergilir yang disebabkan karena kerusakan alat pembangkit listrik serta faktor alam sehingga menyebabkan PLN mengalami Defisit listrik sebesar 45 Megawatt, perlu dipahami oleh semua pihak.
“Karena apapun yang berdampak pada masyarakat ini juga PLN sangat bertanggungjawab terkait sering padamnya aliran listrik bagi masyarakat Sulut. tetapi kita juga harus memahami alasan pihak PLN,” ujarnya.
“Harus kita akui faktor alam saat ini seperti kemarau yang berkepanjangan, dengan demikian alasan PLN itu masuk diakal karena ini harus diterima dengan akal sehat. Ini harus dipahami oleh teman-teman generasi muda Sulawesi Utara, kita berdoa agar supaya ada tenaga energi baru yang terbarukan ini bisa berada di Sulut contoh solar cell,” katanya.
Liow bahkan menghimbau supaya kalaupun ada kegiatan tertentu yang membutuhkan listrik seperti kegiatan ibadah dapat menyurat secara resmi kepada pihak PLN.
“Saya kira mereka akan memahami dan menerimanya dengan baik. Penyebab utama energi listrik kita berkurang adalah karena faktor debit air yang ada di Danau Tondano dan suplai energi geotermal kita yang menurun, itu harus dipahami,” tegasnya. (rizath polii)

Musim kemarau yang dsebut mengakibatkan kekeringan pada sumber air PLTA tidak terjadi dalam 10 atau 20 tahun sekali ataupun terjadi tiba2 seperti banjir…
Musim kemarau rutin terjadi setiap tahun…dan itu berarti PLN sudah harus punya Sumber Daya Listrik yang kontinue pada musim kemarau untuk memastikan Listrik tetap tersedia…
Tak usah banyak beralasan…
PLN tak mau mengeluarkan biaya BBM untuk operasional mesin Listrik Diesel ketika debit air di Tenggari berkurang…
Jika pemadaman listrik terus berlanjut…
Masyarakat dapat menggugat PLN pada Pengadilan Negeri…
secara PIDANA karena pemadaman listrik dapat mengakibatkan tindak kriminal Pencurian atau perampokan…karena lampu padam dan alarm keamanan tidak berfungsi…
secara PERDATA karena pemadaman menyebabkan kerusakan alat2 listrik seperti kulkas, televisi, komputer serta mengakibatkan kerugian bagi pelanggan yang usahanya tergantung pada litrik…
Bukan main pak Liow…
betapa tega dan bodohnya kau berkata begitu…
PLN = Perusahaan Listrik Negara…
jadi ada kata PERUSAHAAN dan ada kata NEGARA…
Bagi masyarakat…TIDAK ADA KATA atau ALASAN APAPUN JUGA yang boleh diterima untuk pemadaman listrik…!!!
Selaku Pelanggan dari Perusahaan…
Masyarakat BERHAK untuk mendapatkan LISTRIK PENUH SELAMA 24 JAM…
seperti halnya PLN yang BERHAK menyegel Listrik pelanggan tanpa peduli warga lagi kekeringan uang atau ada usaha tumbang…
PLN tak mau menerima alasan apapun juga dari warga jika telat membayar dan tiba waktu untuk PLN menyegel listrik…
Hubungan HAK dan KEWAJIBAN antara Pelanggan dan Perusahaan itu tertuang dalam perjanjian ketika pemasangan listrik…
Pelanggan Membayar Tepat Waktu…
PLN menyediakan listrik…
ada kata NEGARA…berarti pemilik atau pemegang sahamnya adalah RAKYAT…
Uang rakyat yang dikuasai negara digunakan untuk membiayai Perusahaan Listrik Negara…
dengan demikian…
PLN TAK BOLEH MEMADAMKAN LISTRK SEMENIT PUN JUGA…!!!
kecuali dalam keadaan Bencana Alam…
PLN harus mengerahkan seluruh sumber daya yang dimilikinya untuk memastikan LISTRIK TETAP HIDUP…
mulai dari managemen, peralatan, mesin-mesin, sumber daya air, sumber daya minyak, dan apapun juga yang bisa menghasilkan listrik sepanjang waktu…
Jika PLN melepas tanggung jawab…berarti PLN melemparkan kesalahan itu pada Pemerintah sebagai pengemban amanat rakyat…
Steven nda ada perasaan!….
So butul ngana non job…..ndak peduli orang pe susah gara2 pln
pak..liow,PLTU 2* 25 mw di moiñit apa guñax..trus bpk blg musim kemarau..sdhlah nda usa cri sensasi mau dkung PLN,CM Bpk sndiri aja yg dukung sama PLn yg g jlás alasanx..?
sdr liow tidak tahu persis persoalan, kalau soal alam dari tahun 1950-an..PLT milik PLN banyak menghadapi krisis alam tetapi koq bisa jalan, why..? sekarang alasan klise itu lagi????