Manado – Terobosan untuk memasukkan mata pelajaran anti korupsi sebagaimana yang direncanakan, diseriusi. Malah tahun 2011 mendatang, mata pelajaran anti korupsi akan dinikmati siswa-siswa di sekolah se-Sulut sebagai mata pelajaran muatan lokal.
Saat ini pihak penyusunan silabus kurikulumnya sedang digodok. Wakil Gubernur Sulut Djouhari Kansil MPd mengungkapkan, materi pelajaran anti korupsi tersebut sepenuhnya mendapat dukungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang pada intinya mengedepankan pendidikan karakter dan budi pekerti, yang akan membentuk anak-anak mulai dari tingkat pendidikan TK hingga SMA dan SMK.
“Anak-anak ini akan dididik untuk tidak korupsi. Melainkan hidup dengan kejujuran. Untuk itu, materi pelajarannya tidak melekat pada pelajaran lain. Tetapi akan masuk dalam muatan lokal yang wajib diajarkan sejak dini,” jelasnya, kata wagub, pelajaran anti korupsi akan dilaunching. Bahkan sebagai tindaklanjutnya akan diintensifkan upaya sosialisasi, workshop yang menghadirkan para pembicara dari KPK, gubernur, Polda Sulut, BPK, BPKP, Kejati, LSM serta tokoh-tokoh agama. “Hal yang akan dibahas adalah soal moral. Nah, hasilnya akan diramu untuk menyempurnakan silabus yang telah disusun. Dengan pesertanya yang terdiri dari para kepala sekolah dan seluruh stakeholder,” jelasnya. (is)
