
Manado, BeritaManado.com — Tahapan Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) 2024 kini telah sampai pada debat terbuka pasangan clon gubernur dan wakil gubernur Sulut.
Tahapan tersebut tertuang dalam keputusan KPU Provinsi Sulut nomor 190 tahun 2024 tentang jadwal pelaksanaan kampanye pasangan calon peserta pemilihan gubernur dan wakil gubernur Provinsi Sulawesi Utara tahun 2024.
Adapun debat publik atau debat terbuka pertama akan digelar pada Rabu, (9/10/2024) berlokasi di Kota Kotamobagu.
Kekinian beredar tema debat pertama tersebut yakni Pemberdayaan Ekonomi Lokal, Ketahanan Pangan, Pariwisata, Pengelolaan Sumber Daya Alam, dan Tata Ruang yang Berwawasan Lingkungan.
Lantas apa saja maksud dan tujuan dalam tema debat terbuka tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur tersebut?
Kali ini, BeritaManado.com mencoba mengupas secara garis besar tentang maksud dan tujuan dari tema yang diusung oleh KPU tersebut sebagai berikut:
Tema: Pemberdayaan Ekonomi Lokal, Ketahanan Pangan, Pariwisata, Pengelolaan Sumber Daya Alam, dan Tata Ruang yang Berwawasan Lingkungan.
Pemberdayaan Ekonomi Lokal
Program tersebut berpotensi meningkatkan ketahanan ekonomi daerah, sehingga tidak terlalu bergantung pada bantuan eksternal atau sektor-sektor ekonomi yang rentan terhadap fluktuasi global.
Maksud dari pemberdayaan ekonomi lokal adalah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat di suatu wilayah dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam, manusia, dan sosial mereka secara optimal, guna menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan.
Ini melibatkan pengembangan usaha lokal, memperkuat kemandirian ekonomi, serta memperluas akses terhadap pasar dan teknologi, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan ekonomi tetapi juga aktor utama.
Adapun tujuan yang akan dicapai adalah:
- Meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
- Mengurangi Kemiskinan dan Pengangguran.
- Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal.
- Meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
- Memperkuat UMKM dan Ekonomi Kreatif.
- Memperluas Akses ke Pasar dan Teknologi.
- Membangun ketahanan ekonomi daerah.
- Mengembangkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Ketahanan Pangan
Ketahanan pangan bukan hanya tentang memastikan pasokan pangan yang cukup, tetapi juga tentang bagaimana pangan tersebut dapat diakses oleh semua orang, aman dikonsumsi, dan mengandung nutrisi yang memadai untuk kehidupan sehat dan aktif.
Maksud dari ketahanan pangan adalah memastikan bahwa seluruh masyarakat memiliki akses yang cukup, stabil, dan berkelanjutan terhadap pangan yang aman, bergizi, dan sesuai kebutuhan gizi mereka.
Ini tidak hanya mencakup produksi pangan yang memadai tetapi juga memastikan distribusi dan konsumsi pangan secara merata di berbagai lapisan masyarakat.
Tujuan dari ketahanan pangan mencakup beberapa aspek utama yakni:
- Menjamin Ketersediaan Pangan yang Cukup.
- Menjaga Akses Masyarakat terhadap Pangan.
- Menyediakan Pangan yang Aman dan Bergizi.
- Mengurangi Ketergantungan pada Impor Pangan.
- Menghadapi Krisis dan Ketidakpastian Pangan.
- Melestarikan Sumber Daya Alam untuk Produksi Pangan Berkelanjutan.
- Meningkatkan Kemandirian Petani dan Pelaku Pangan.
- Meningkatkan Keamanan Pasokan Pangan di Masa Depan.
Pariwisata
