
Manado – Komunitas Pers Liputan Pemprov Sulut (KPLPS) bersama organisasi massa Elang Nusantara (ElNusa) Sabtu (17/11) akhir pekan lalu, melakukan touring ke Desa Moreah Kecamatan Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).
Perjalanan dimulai dari Kantor Gubernur Sulut, di Jalan 17 Agustus Teling Manado sekitar pukul 09.30 Wita. Membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam untuk sampai di ibukota Kabupaten Mitra, Ratahan. Dari Ratahan, perjalanan langsung dilanjutkan ke wilayah Kecamatan Ratatotok, dengan waktu ditempuh hampir 2 jam lamanya.

Sesudah melewati Desa Basaan dengan menelusuri jalur trans Kabupaten Mitra, rombongan berbelok kanan dengan mengambil jalur perjalanan ke arah perbukitan, yang merupakan jalan menuju ke Desa Moreah. Sejak menyusuri jalan ini, sensasi perjalanan mulai dirasakan oleh rombongan Elang Nusantara dan KPLPS.
Sebab, kondisi jalan tanah bercampur kerikil dengan tanjakan dan turunan kemiringan sekitar 30 sampai 40 derajat dengan jarak tempuh kurang lebih 30 kilometer, seakan menjadi sambutan untuk mencapai Desa Moreah.
Kondisi jalan berbecek yang habis diguyur hujan, membuat rombongan yang menggunakan kendaraan bertipe Jeep dan SUV, harus berhadapan dengan tantangan demi tantangan. Bahkan, untuk melewati tantangan kondisi jalan tersebut, sang pengendara seakan dituntut untuk memiliki keahlian ekstra dalam berkendaraan di medan jalan seperti itu.

“Ini tantangan bagi semua anggota yang ikut. Tegang, rasa was-was, namun menikmati perjalanan dengan hati yang senang, bercampur menjadi satu. Sebab, di sisi kanan jalan, adalah tebing, sementara di sisi kiri jalan adalah jurang dengan kedalaman puluhan meter. Semantara, jalan berbecek dan sedikit licin, namun semuanya puas, setidaknya, kita terlepas dari stres dengan rutinitas sehari-hari,” ujar Ketua Umum Elang Nusantara yang juga Pembina KPLPS, Jemmy Ringkuangan yang merupakan pimpinan rombongan saat itu.
Sekitar pukul 16.00 wita, rombongan tiba di Desa Moreah. Kondisi Desa Moreah cukup asri, suasana pedesaan yang belum banyak terkontaminasi dengan modernisasi teknologi terasa sangat jelas, namun, berbeda dengan daerah pedesaan pada umumnya, yakni dihiasi dengan sawah atau ladang perkebunan, Morea kebanyakan dihiasi dengan tromol atau gilingan bebatuan emas dari tambang rakyat.
Memang, desa yang berpenduduk sekitar 300 jiwa tersebut, masyoritas profesi masyarakatnya adalah penambang emas. Seperti diketahui, wilayah Kecamatan Ratatotok merupakan wilayah yang dipenuhi oleh pertambangan emas, terbukti, PT Newmont Minahasa Raya (NMR) yang merupakan salah satu perusahaan pertambangan emas terbesar di Indonesia, pernah menduduki wilayah Ratatotok selama puluhan tahun.
Berada di Moreah yang lagi ramai dengan persiapan pemiliha Kepala Desa tersebut, rombongan touring Elang Nusantara dan KPLPS singgah di rumah Regen Pantow, salah satu warga Moreah dan juga anggota KPLPS, kebetulan saat ini mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Moreah. Para anggota rombongan pun langsung berbaur dengan masyarakat, dan sempat memberikan bantuan berupa beras sebanyak 500 kilogram.
Sejumlah keluhan warga desa pun mulai terungkap, dalam obrolan bersama anggota rombongan, seperti keterbatasannya sarana komunikasi, insfrastruktur dan sarana prasarana yang masih sangat minim. Akan tetapi, sebagai warga Desa Moreah, inilah kehidupan mereka.
“Yang pasti, kehidupan disini, jauh dari hiruk pikuk keramaian suasana perkotaan, seperti Manado,” ungkap Regen.
Wakil Ketua KPLPS, Donal Taliwongso juga mengatakan, manfaat touring ini adalah, sekaligus dapat melihat potensi serta keberadaan desa-desa di wilayah pedalaman yang bisa diangkat ke permukaan. “Agar, seluruh jajaran pemerintah yang ada di daerah ini dapat memfokuskan pembangunan di desa-desa seperti ini. Nah, ini juga menjadi bagian dan tugas kami sebagai wartawan daerah ini, untuk mempublikasikan, segala sesuatu yang menjadi kebutuhan masyarakat di desa-desa pedalaman seperti ini,” tuturnya.
Hari pun mulai malam, dan rombongan langsung bertolak untuk kembali ke Manado. Namun, perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri jalan menuju Kecamatan Tombatu dan melewati wilayah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) yakni melewati Kecamatan Amurang sebagai ibukota kabupaten.
