Kota Manado

Kisah Inspiratif Christofel Roringkon, dari CPNS Lulusan SMA hingga Penulis Jurnal SINTA

Kisah Inspiratif Christofel Roringkon, dari CPNS Lulusan SMA hingga Penulis Jurnal SINTA
Christofel Roringkon

Penulis: Sri Surya | Manado

Latar belakang sederhana tak pernah menjadi penghalang bagi Christofel J. A. Roringkon, S.I.Kom., S.M., M.Tr.A.P., untuk terus mengukir prestasi.

Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Perhubungan asal Manado, Sulawesi Utara, dari Suku Bantik ini membuktikan bahwa kerja keras, ketekunan, dan semangat belajar mampu mengubah keterbatasan menjadi pencapaian.

ADVERTISEMENT

Lahir dan besar di keluarga sederhana, Christofel mengaku tumbuh dalam lingkungan yang kaya akan kasih sayang.

Bersama keluarga besarnya, ia belajar tentang arti melayani sesama sejak usia dini.

Kisah Inspiratif Christofel Roringkon, dari CPNS Lulusan SMA hingga Penulis Jurnal SINTA
Christofel dan keluarga besar

Selain didikan keluarga, ia juga dibina melalui Child Development Sponsorship Program (CDSP) Compassion di PPA 105 Solafide.

Pengalaman tersebut membentuk karakter dan keyakinannya bahwa hidup akan lebih bermakna ketika mampu memberikan manfaat bagi orang lain.

Sejak kecil, Christofel bercita-cita menjadi dokter atau guru. Namun, kondisi ekonomi keluarga membuatnya memilih bekerja setelah lulus SMA.

Ia diterima sebagai CPNS di Kementerian Perhubungan dengan golongan II/a.

“Awalnya tujuan saya sederhana, bekerja agar bisa membantu keluarga sekaligus melanjutkan pendidikan,” ujarnya.

Kisah Inspiratif Christofel Roringkon, dari CPNS Lulusan SMA hingga Penulis Jurnal SINTA

Dalam perjalanan kariernya, ia menyadari bahwa esensi cita-citanya bukan sekadar profesi, melainkan semangat untuk melayani.

Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat juga dapat diwujudkan melalui profesi sebagai ASN dengan menjunjung profesionalisme, integritas, dan ketulusan.

Pengalaman Dirundung Jadi Titik Balik

Salah satu pengalaman paling membekas dalam hidup Christofel terjadi saat mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS.

Ketika mengajukan pertanyaan menggunakan bahasa Inggris, ia justru mendapat cibiran dari peserta lain.

Bahkan, ia pernah diingatkan di depan banyak orang bahwa dirinya merupakan peserta dengan golongan paling rendah saat itu.

Pengalaman tersebut sempat membuatnya merasa rendah diri. Namun, alih-alih menyerah, ia menjadikannya sebagai motivasi untuk terus berkembang.

“Saya berjanji untuk terus belajar, bukan untuk membuktikan bahwa saya lebih hebat dari orang lain, tetapi untuk membuktikan bahwa latar belakang tidak pernah menentukan sejauh mana seseorang bisa bertumbuh,” katanya.

Ia meyakini bahwa setiap penolakan dapat menjadi bahan bakar untuk maju, kritik menjadi ruang untuk belajar, dan luka dapat berubah menjadi kekuatan apabila seseorang memilih untuk terus melangkah.

Konsisten Belajar hingga Raih Prestasi Akademik

Perjalanan akademik Christofel menunjukkan konsistensi yang luar biasa.

Ia menyelesaikan Sarjana Ilmu Komunikasi di Universitas Terbuka, kemudian meraih gelar Sarjana Manajemen konsentrasi Manajemen Sumber Daya Manusia di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan IPK 3,96.

Pada jenjang tersebut, ia juga menjadi penerima Beasiswa Pendidikan Ilmu Kepegawaian (PIK) Angkatan XVI dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), program bergengsi yang setiap tahun hanya menerima sekitar 30–35 ASN terbaik dari seluruh Indonesia.

Selanjutnya, Christofel menamatkan Magister Terapan Administrasi Pembangunan Negara konsentrasi Manajemen Sumber Daya Aparatur dengan IPK 3,94.

Ia bahkan menjadi mahasiswa pertama di angkatannya yang menyelesaikan studi hanya dalam waktu satu tahun dua bulan.

Baginya, salah satu pencapaian paling berkesan bukanlah gelar akademik, melainkan keberhasilan menerbitkan karya ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi SINTA.

Hingga kini, empat artikel ilmiahnya telah dipublikasikan, terdiri atas satu artikel di jurnal SINTA 2, dua artikel di jurnal SINTA 3, dan satu artikel di jurnal SINTA 4.

“Pencapaian itu mengingatkan saya bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Selama kita terus belajar, selalu ada ruang untuk melampaui ekspektasi,” ungkapnya.

Kisah Inspiratif Christofel Roringkon, dari CPNS Lulusan SMA hingga Penulis Jurnal SINTA

Hidup untuk Memberi Dampak

Di luar pekerjaannya sebagai ASN, Christofel aktif mengajar sekolah minggu, berbagi dengan anak-anak di komunitas, rumah sakit, hingga anak jalanan. Ia juga beberapa kali membuka kelas belajar gratis secara daring bagi mahasiswa.

“I found my happiness in serving others. Melihat mereka belajar, tersenyum, atau sekadar merasa didengar menjadi sumber energi terbesar bagi saya,” tuturnya.

Menurut Christofel, kesuksesan bukan hanya soal jabatan, gelar, ataupun penghargaan.

“Kesuksesan adalah ketika hidup kita bisa menjadi berkat bagi orang lain dan membawa terang di mana pun kita berada,” katanya.

Ia mengaku masih memiliki impian melanjutkan pendidikan magister dan doktor di Australia serta menjadi seorang pengajar agar ilmu yang dimiliki dapat terus dibagikan kepada generasi berikutnya.

Pesan yang selalu dipegangnya berasal dari mendiang sang oma, yaitu “Don’t ever stop being the light (Jangan pernah berhenti menjadi terang)”.

Baginya, warisan terbaik bukanlah harta maupun jabatan, melainkan manfaat yang dapat dirasakan orang lain.

“People may forget what you achieved, but they will never forget the light you brought into their lives (Orang mungkin melupakan apa yang kamu lakukan, tetapi mereka tak akan pernah melupakan terang yang kamu bawa ke dalam hidup mereka)” pungkasnya.

Tag: SINTA