
Ratahan – Pemadaman alilaran listrik yang terus menerus dilakukan PLN belakangan ini di wilayah Minahasa Tenggara (Mitra), mulai mendapat kecaman kalangan masyarakat. Dimana akibat ulah PLN kerugian yang dialami masyarakat Mitra mencapai miliaran rupiah.
Ditegaskan Ketua RSN Mitra Veppy Rambi, bahwa pihak PLN tidak konsisten dengan program pelayanan yang sudah seharusnya dilaksanakan. Ini terbukti dengan sistem pelayanan yang tak becus diberikan pihak PLN selama ini. Akibat dari ulah PLN, kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah harus dirasakan masyarakat Mitra. “Hitung saja jika dalam sehari PLN memadamkan lampu selama 4 jam. Bila pemadaman dilakukan dalam kurun waktu tiga bulan, berarti masyarakat tidak menikmati aliran listrik selama 2 minggu. Apa PLN pernah memikirkan kerugian masyarakat baik kerusakan elektronik, dan juga kerugian pemilik usaha,” jelas Rambi.
Lucunya, dikatakan Rambi bahwa meski pelayanan PLN tidak maksimal, namun tindakan tegas terus dilakukan PLN terhadap pelanggan yang terlambat melakukan pembayaran. “Disadari atau tidak, tindakan PLN sudah sangat keterlaluan. Pelanggan terlambat membayar meter langsung diputus, padahal pelayan tidak maksimal diberikan PLN. Ini harus disikapi serius pihak PLN,” pungkasnya.(DUL)
