
Manado, BeritaManado.com — Terkait kisruh yang terjadi di RSU Pancaran Kasih (RSPK), di mana adanya keluarga pasien berstatus PDP yang meninggal dan menolak untuk dilakukan pemakaman sesuai protap COVID-19, Dinas Kesehatan Kota Manado angkat suara.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado dr Ivan Sumenda Marthen MM mengatakan, apa yang terjadi hanyalah miskomunikasi antara pihak RSPK dan keluarga.
“Saya telah berkoordinasi dengan dengan Dirut RSPK, jadi terkait pihak RSPK yang katanya melakukan sogok kepada keluarga hanyalah miskomunikasi, di sini saya melihat ada pihak-pihak tertentu yang sengaja memanfaatkan momen pandemi ini,” ujar dr Ivan Marthen.
Selanjutnya, Kadis Kesehatan kota Manado ini menegaskan, yang terjadi di RSPK itu hanyalah hoax bahwa pihak RS menyerahkan suap kepada salah satu anggota keluarga.
“Jadi disini saya mau menegaskan bahwa apa yang terjadi di RSPK hanya hoax terkait pihak RSPK menyerahkan uang sogokan kepada keluarga. Yang di serahkan itu hanyalah uang untuk petugas yang memandikan dan mensholatkan jenazah,” tegas Kadis Ivan.
Ivan mengatakan, apa yang terjadi kemarin itu karena kurangnya edukasi terhadap masyarakat.
“Kenapa bisa terjadi hoax seperti ini, itu karena kurangnya edukasi dan advokasi kepada masyarakat kita, jadi disini saya harapkan untuk teman teman bisa mari sama-sama kita mengedukasi masyarakat kita agar hal hal seperti ini tidak terulang lagi, ini merupakan cambukan bagi tenaga kesehatan, semoga dengan adanya kejadian seperti ini bisa semakin menguatkan kita semua,” tutup dr Ivan.
(DimasKoesnan)
