Agama dan Pendidikan

Kemenag Pastikan Tidak Ada Lagi Gafatar di Manado

twitter Gafatar

 

 

twitter Gafatar

 

Manado – Akhir-akhir ini, Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) kian ramai dibicarakan.

(Baca juga: GAFATAR Ternyata (Pernah) Ada di Minahasa)

Komunitas yang menyatukan berbagai ajaran agama sebagai pahamnya ini, kini mulai diwaspadai.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Manado, Lilie Rasmana sendiri memastikan bahwa Gafatar merupakan ajaran yang tidak benar.

“Organisasi Gafatar ini bergerak dibidang sosial, tapi didalam ajarannya membolehkan semua agama sama, Nasrani bisa ke Masjid dan Islam bisa ke Gereja.

Itu sudah tidak benar karena dalam agama kita ada aturannya,  tidak boleh dianggap sama,” ujar Rasmana kepada BeritaManado.com, Rabu (20/1/2016).

Diakuinya, bertahun-tahun lalu, ajaran ini sempat ada di kota Manado, tetapi hanya tidak lama.

(Baca juga: Astaga! Gafatar Eksis di Minut Sejak 2014)

Hal ini dikarenakan masyarakat dan tokoh agama cepat tanggap terhadap ajaran yang dinilai melenceng dari yang seharusnya.

“Saat ini sudah tidak ada lagi laporan tentang Gafatar karena lalu, begitu dilaporkan langsung diusir. Jadi saat ini kalaupun Gafatar ada, sudah tidak tinggal atau bermukim lagi di Manado,” tambahnya.

Meski Kementerian Agama jelas melarang ajaran ini karena sesat, tapi hingga saat ini belum ada surat edaran terkait pelarangan tersebut. (srisurya)

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Manado, Lilie Rasmana
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Manado, Lilie Rasmana

 

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara