
Manado – Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven Kandouw mengaku kecewa dengan belum tuntasnya tapal batas di beberapa daerah di Sulut.
Diapun menuding tak selesainya persoalan tapal batas karena pemimpin daerah itu tidak berjiwa besar terlebih permasalahan tapal batas di daerah yang rencananya akan masuk daerah otonomi baru seperti tapal batas Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dan Lota Kotamobagu.
“Kapan BMR (Provinsi Bolaang Mongondow Raya) mo muncul kalo masalah perbatasan saja tidak tuntas-tuntas, tidak berjiwa besar,” kata Steven Kandouw kepada wartawan diruang kerjanya usai mengukuhkan Paskibraka Sulut.
Seperti diketahui Kepala Biro Pemerintahan Dan Humas Jemmy Kumendong melalui Kepala Bagian Otonomi Daerah (Otda) Biro Pemerintahan dan Humas Sulut Boslar Sanger mengatakan ada 3 segmen batas daerah antar kabupaten/kota di Sulawesi Utara yang saat ini belum rampung.
Hal itu tentunya akan menghambat penetapan pemekaran daerah otonomi baru di Sulut.
“Yang masih tahap fasilitasi penyelesaiannya oleh Pemprov itu juga ada tiga segmen yakni, batas Minahasa-Tomohon, Minsel-Minahasa, dan Minsel-Boltim. Kendalanya ada pada masing-masing Kepala daerahnya,” tandas Boeslar Sanger. (rizath polii)
