Berita Utama

Jejak Digital Indonesia-Rusia: Kolaborasi Strategis untuk Masa Depan Teknologi

Jejak Digital Indonesia-Rusia: Kolaborasi Strategis untuk Masa Depan Teknologi
Ilustrasi internet. [fancycrave1/Pixabay]

Jakarta, BeritaManado.com — Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Rusia untuk bertemu dengan Presiden Vladimir Putin menandai babak baru kerja sama antarnegara, khususnya di sektor digital.

Pertemuan penting ini, yang berlangsung di Istana Konstantinovsky, St. Petersburg, Rusia, diwarnai dengan pertukaran sejumlah dokumen kerja sama bilateral.

Ini adalah komitmen kuat dari kedua negara untuk memperluas kolaborasi di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

Dilansir dari Suara.com jaringan BeritaManado.com, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa kerja sama Indonesia dan Rusia tidak hanya berhenti pada penandatanganan, melainkan akan segera memasuki tahap implementasi.

“Indonesia dan Rusia sepakat membentuk Sub-Komite Khusus sebagai penggerak utama program digital bersama,” ujar Meutya, seperti dikutip dari siaran pers Komdigi pada Jumat (20/6/2025).

Program ini akan mencakup berbagai inisiatif krusial, termasuk pelatihan sumber daya manusia, pertukaran teknologi, dan pengembangan konten media kolaboratif.

Lingkup kolaborasi ini sangat luas, meliputi pengembangan jaringan 5G dan Internet of Things (IoT), tata kelola spektrum frekuensi radio, penguatan keamanan siber, hingga penyusunan kebijakan internet yang inklusif.

Selain itu, program kerja sama juga akan melibatkan produksi konten digital, seminar bilateral, serta pertukaran riset antar-lembaga, membuka peluang inovasi dan pembelajaran bersama.

Meutya Hafid menilai Rusia sebagai mitra strategis yang sangat berharga. Keberhasilan Rusia dalam menyediakan layanan internet cepat dan terjangkau bagi 92 persen penduduknya menjadi sorotan utama.

Dengan tarif internet broadband (WiFi rumahan) di Rusia yang berkisar antara Rp95.000 hingga Rp160.000 per bulan, pencapaian ini menjadi referensi penting bagi Indonesia, khususnya dalam upaya menjangkau wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) agar semakin terkoneksi.

Adapun dokumen kerja sama ini merupakan satu dari empat nota penting, meliputi:
• Kerja sama pendidikan tinggi RI–Rusia
• Kerja sama transportasi lintas negara
• Kolaborasi Digital dan Media Massa
• Nota Kesepahaman investasi antara Badan Pengelola Investasi DANANTARA dan mitra Rusia

Meutya melanjutkan, seluruh pertukaran ini diperkuat oleh penandatanganan Deklarasi Kemitraan Strategis Indonesia–Rusia.

Peristiwa ini menjadi tonggak penting arah baru hubungan bilateral kedua negara dalam menghadapi dinamika geopolitik dan ekonomi digital global.

“Diplomasi digital Indonesia kini bergerak nyata. Kami ingin hasil konkret yang memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain aktif dalam lanskap digital dunia,” tegas Meutya Hafid.

Nota kesepahaman Indonesia dan Rusia ini berlaku lima tahun dan dapat diperpanjang secara otomatis.

Ia menilai kalau kerja sama ini menciptakan fondasi jangka panjang untuk transformasi digital Indonesia yang inklusif, aman, dan berkelanjutan.

Komdigi Janji Internet 100 Mbps harga Rp100 ribu

Sebelumnya Kementerian Komdigi menjanjikan kalau wacana penerapan kecepatan internet 100 Mbps dengan harga Rp 100 ribu bisa dilaksanakan secepatnya.

Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi dan Politik Kementerian Komdigi, Arnanto Nurprabowo menyatakan kalau rencana diterapkannya internet 100 Mbps Rp 100 ribu masih dalam tahap proses.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara