
Penulis: M Anggawirya Zas | Manado
Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sulawesi Utara (Sulut) menindaklanjuti Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 tentang penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah.
Kepada BeritaManado.com, Ketua PW Muhammadiyah Sulut Masrur Mustamat mengungkapkan rasa puji syukurnya dalam menyambut hari kemenangan.
“Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita kekuatan untuk menunaikan ibadah Ramadan, dan semoga kita dipertemukan dengan hari kemenangan, Idulfitri 1447 H,” ujar Masrur Mustamat.
Adapun sehubungan dengan penetapan 1 Syawal 1447 H, PW Muhammadiyah Sulut menetapkan perayaan hari raya idul Fitri 2026 jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026 M.
“Penetapan ini didasarkan pada ijtihad Muhammadiyah dalam sistem penanggalan kalender internasional, yaitu Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT). Berdasarkan data astronomi KHGT, wilayah di dunia yang memenuhi kriteria elongasi 8° dan tinggi hilal 5° saat matahari terbenam sebelum pukul 24.00 UTC menjadi dasar penetapan awal bulan. Oleh karena itu, 1 Syawal 1447 H berlaku secara global sebagai bentuk penyatuan kalender Hijriah di seluruh dunia,” katanya.
Penetapan tersebut juga, kata dia, diperkuat secara organisatoris melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025, yang tidak hanya menetapkan 1 Syawal 1447 H, tetapi juga mencakup penetapan 1 Ramadan 1447 H, 1 Zulhijjah, 10 Zulhijjah 1447 H, hingga 1 Muharram 1448 H.
“Kami (Muhammadiyah, red) memandang bahwa penyatuan kalender Hijriah global merupakan keniscayaan dalam perkembangan pemikiran Islam. Hal ini bukan sekadar gagasan ideal, tetapi sebuah kebutuhan nyata umat Islam di era global. Implementasi KHGT merupakan wujud komitmen Muhammadiyah sekaligus menjadi undangan terbuka bagi seluruh elemen umat Islam untuk mengkaji, memahami, dan mengadopsinya secara bersama,” jelasnya seraya menambahkan jika adanya potensi perbedaan penatapan 1 Syawal antara Muhammadiyah dan NU dijadikan sebagai ruang untuk saling menghormati dan menghargai.
“Untuk penetapan 1 Syawal, potensi perbedaan juga mungkin terjadi, mengingat pemerintah akan melaksanakan rukyatul hilal pada Kamis, 19 Maret 2026. Apabila terjadi perbedaan di mana Muhammadiyah yang sudah menetapkan Idul Fitri pada Jumat, 20 Maret 2026, sementara pemerintah semisalnya akan menetapkan pada Sabtu, 21 Maret 2026—maka kami mengimbau kepada seluruh umat Islam untuk menyikapinya dengan dewasa dan bijaksana. Perbedaan ini tidak seharusnya mengurangi ukhuwah Islamiyah, melainkan menjadi ruang untuk saling menghormati dalam keberagaman,” pesannya.
Selain itu, Masrur juga berharap, adanya dukungan dari berbagai pihak terkait pelaksanaan perayaan 1 Syawal 1447 H bagi umat Muhammadiyah Sulut.
“Kami juga berharap kepada masyarakat terutama aparat pemerintah dan pihak keamanan untuk dapat memberikan dukungan serta fasilitasi demi kelancaran dan keamanan pelaksanaan Shalat Idulfitri pada hari Jumat.
