Berita Utama

IWABI : Kami Butuh Pengakuan

IWABI : Kami Butuh Pengakuan
Peserta gerak jalan waria yang digelar kemarin oleh Pemkot Bitung dalam rangka HUT Kemerdekaan RI (foto beritamanado)

BITUNG—Memang tidak dipungkiri jika kehadiran waria di tengah masyarakat belum bisa diterima sepenuhnya. Bahkan kerap kali para waria mendapat perlakukan diskriminasi dan hanya sebagai bahan olok-olokan masyarakat, padahal jika dicermati mereka juga manusia perlu berbaur serta diterima dalam lingkungan.

“Kami hanya butuh pengakuan dan diterima oleh masyarakat tanpa harus mengucilkan kami,” kata Sekertaris Ikatan Waria Kota Bitung (IWABI), Jofan, Sabtu (30/7).

Tak mudah memang untuk diterima di tengah masyarakat. Dan hal ini yang mendasari Jofan dan 30-an rekan-rekannya untuk membentuk komunitas IWABI sebagai ajang berkumpul dan memulai perjuangan pengakuan di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

“Berbagai cara coba kami lakukan agar kami juga mendapat pengakuan, seperti kegiatan gerak jalan dalam rangka HUT RI ke-66 yang dilakasanakan Pemkot Bitung dengan harapan warga kota Bitung tahu akan keberadaan kami,” ujar Jofan.

Jofan sendiri menyadari, untuk merubah stigma di tengah masyarakat soal waria tidaklah mudah. Namun dirinya tetap optimis lewat IWABI mereka bisa mencapai tujuan tersebut, dengan cara menampung seluruh aspirasi dan bakat yang dimiliki oleh rekan-rekannya dalam komunitas tersebut.

“Bakti sosial kerap kali kami lakukan agar masyarakat tahu akan keberadaan IWABI serta pelatihan  salon gratis yang pernah kami gelar di Pulau Lembeh. Itu semua semata agar mata masyarakat kota Bitung bisa melihat jika kami juga mampu dan bukan makhluk yang harus dikucilkan, apalagi dikasihani,” katanya. (en)