
Manado, BeritaManado.com — Kebutuhan alat komunikasi dan teknologi informasi menjadi penting saat aturan bekerja dari rumah masih diaktifkan pemerintah.
Handphone/smartphone dan alat komunikasi serta teknologi informasi lainnya, selain menjadi alat prioritas untuk mengetahui kondisi keluarga yang berada jauh dari kita, juga dijadikan fasilitas kerja.
Pusat perbelanjaan elektronik itCenter menjadi tujuan warga Manado mancari alat komunikasi dan teknologi informasi .
Namun, pantauan BeritaManado.com, suasana di itCenter terlihat lengang, Sabtu (16/5/2020).
Seorang pedagang di salah satu tenant, mengaku berjualan untuk memenuhi kebutuhan telekomunikasi warga Sulut.
“Kami juga harus bertahan hidup. Bisa lihat sendiri ada berapa pekerja di sini, mereka juga butuh makan,” ujar pedagang yang enggan menyebut namanya itu.

Menunggak bayar kos
Sementara Nona, seorang karyawati di Toko Oranye berharap kebijakan pemerintah bisa memihak kepada para pekerja.
Menurut Nona, tempat kerjanya di lantai tiga gedung itCenter hingga kini kurang pembeli.
“Sudah buka saja sepi begini, bagaimana kalau di suruh tutup lagi,” keluhnya.
Sempat tidak bekerja dua minggu membuat Nona kebingungan.
Ia bahkan mengaku sudah dua bulan menunggak bayar kos.
“Sudah serba susah, kalau tidak bekerja lagi mau makan apa,” katanya.

Pertimbangkan kebijakan penutupan
Owner Level Computer, Enrico, juga membenarkan aktifitas jual-beli di itCenter sepi.
Ia paham dengan kondisi tersebut, karena masyarakat kini dihantui dengan kekhawatiran.
“Kemarin sempat tutup dan buka lagi. Pengunjung juga belum ramai,” kata Enrico.
Meski tidak berjualan dua minggu, Enrico tetap berupaya memenuhi kebutuhan karyawannya.
“Tapi kedepan kalau ada kebijakan tutup, tolong dipertimbangkan lagi. Yang namanya berbisnis kita butuh pemasukan,” katanya.
Enrico mencontohkan sebagian mall di Jakarta yang kini bisa beroperasi.
