
“Tiba-tiba air keluar dari bawah kaki Ismail kecil, yang kini dikenal dengan air zam-zam. Air zam-zam ini obat dan baik untuk kesehatan jika diniatkan. Air dicari Hajar adalah penghidupan. Penghidupan tidak diturunkan tiba-tiba dari langit, namun harus melalui usaha atau kerja. Ini semua tergambar ketika mengerjakan syai,” jelasnya.
Ia berpesan agar sebelum berangkat haji lebih dulu meluruskan niat beribadah, tanggalkan semua pakaian dan topeng yang menjadikan diri sombong dan membedakan manusia dengan yang lain.
Sejatinya, Sofian menegaskan bahwa tujuan haji adalah latihan mati.
“Siapa yang memandikanmu ketika dirimu mati di sini, karena pegawai syara tidak ikut. Maka ketika miqat mandikan dirimu sendiri. Sesudah mandi mengenakan pakaian ihram. Dua potong kain putih. Satu dilingkar pada bagian bawah untuk menutupi aurat, dan yang satu bagian atas diselendangkan,” terangnya.
Di bagian penutup, Sofian mendoakan para jemaah calon haji senantiasa diberi kesehatan, kemudahan dalam menjankan seluruh rangkian ibadah haji serta selamat kembali ke tanah air dengan memperoleh ganjaran haji mabrur dari Allah SWT.
(***/Alfrits Semen)
