
Denpasar – Sekilas masyarakat boleh beranggapan bahwa salah satu pusat perbelanjaan Hypermart di seluruh Indonesia isinya sama. Namun kenyataannya tidak demikian. Perbandingan atara dua daerah Denpasar (Bali) dan Manado (Sulut) sangat menncolok. Jika Hypermart di pulau dewata punya counter souvenir dan oleh-oleh khas daerah, maka di Manado tidak demikian.
Ini membuktikan bahwa salah satu sub sistem kepariwisataan di Sulut ada yang terabaikan, padahal di daerah Nyiur Melambai sendiri sudah banyak yang memproduksi souvenir dan oleh-oleh khas daerah. Di Bali sudah pusat-pusat penjualan souvenir dan oleh-oleh. Jadi wisatawan domestik dan mancanegara tidak perlu bingung mencari lokasi untuk membeli. Jika merasa cukup jauh pergi ke pusat penjualan souvenir dan oleh-oleh, wisatawan tinggal mampir di Hypermart saja
“Sulut tak perlu takut bersaing dengan Bali. Daerah yang terkenal Taman Nasional Laut Bunaken ini hanya perlu melakukan pembenahan dan pengembangan melalui keterlibatan seluruh elemen masyarakat, pemerintah dan invenstor. Sebagai warga kawanua saya berharap pemerintah provinsi dan kabupaten/kota mempelajari dan memahami sistem kepariwisataan itu seperti apa dan mulai menentukan apa yang harus dilakukan,” ungkap alumni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Reagen Moningka SE.Par. (frangkiwullur)
