
Manado, BeritaManado.com – Punya rumah idaman itu impian banyak orang, apalagi dengan harga bersahabat.
Melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, ada program ambisius dengan target membangun 3 juta rumah di seluruh Indonesia.
Tujuannya jelas, agar makin banyak masyarakat, terutama yang berpenghasilan rendah bisa punya tempat tinggal layak dan nyaman.
Program ini bukan kaleng-kaleng.
Pemerintah sudah menyiapkan berbagai kemudahan.
Mulai dari perizinan yang lebih gampang, subsidi uang muka, sampai pembebasan biaya-biaya tertentu.
Di tengah semangat program nasional ini, Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Sulawesi I kini punya “jenderal” baru.
Adalah Hujurat Lohy, yang siap mengawal program ini di Sulawesi Utara (Sulut), Gorontalo dan Maluku Utara (Malut).
Kata Hujurat, tugas BP3KP itu seabrek, mulai dari menyusun program dan anggaran, merencanakan teknis pembangunan, sampai pengawasan kualitas.
Intinya, BP3KP Sulawesi I bertanggung jawab penuh dari hulu ke hilir soal rumah dan permukiman.
Salah satu yang ditekankan Hujurat adalah kualitas perumahan.
Tidak boleh asal jadi.
Apalagi untuk rumah subsidi, volume bangunan harus sesuai.
Lokasi pun harus aman dan nyaman.
“Tolong kami juga diberikan informasi kalau ada pengembang perumahan yang ‘asal-asalan’ membangun. Itu tidak dibenarkan karena semua ada standarnya,” tegasnya.
Untuk mewujudkan itu, Hujurat sadar betul BP3KP Sulawesi I tidak bisa jalan sendiri.
Ia butuh kerja sama erat dengan pemerintah daerah dan juga pihak ketiga (pengembang).
“Pembangunan perumahan harus sesuai spesifikasi, dan paling penting bisa dimanfaatkan maksimal masyarakat,” tandasnya.
