Kota Bitung

Hengky Honandar-Randito Maringka Hadiri Tulude Rukun Oikumene Harmoni: Simbol Persatuan Masyarakat Bitung

Hengky Honandar-Randito Maringka Hadiri Tulude Rukun Oikumene Harmoni: Simbol Persatuan Masyarakat Bitung

Bitung, BeritaManado.com — Keluarga besar rukun Oikumene Harmoni Kota Bitung melaksanakan Gelar Adat Tulude, Sabtu (7/2/2026) bertempat di kompleks perkebunan Dorompo Kelurahan Aertembaga Dua, Kecamatan Aertembaga.

Kegiatan ini menjadi wujud ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun yang telah dilalui, sekaligus menyambut tahun yang baru.

Dalam kegiatan ini, Pemerintah Kota Bitung dalam hal ini, Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, SE, bersama Wakil Wali Kota Bitung, Randito Maringka, S.Sos, menghadiri langsung upacara gelar adat tulude dan membaur dengan warga masyarakat Kecamatan Aertembaga.

Upacara adat tulude merupakan tradisi tahunan masyarakat etnis Sangihe, Talaud, dan Sitaro yang sarat dengan nilai religius, budaya, serta kebersamaan. Prosesi berlangsung khidmat dan dihadiri tokoh adat, tokoh masyarakat, jemaat gereja, serta warga dari berbagai latar belakang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Hengky Honandar menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada keluarga besar rukun Oikumene Kota Bitung yang penuh dengan komitmen terus menjaga, melestarikan, dan menghidupkan nilai-nilai budaya tulude di tengah arus modernisasi.

“Upaya ini bukan hanya menjaga identitas budaya, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persatuan dan mempererat ikatan sosial antar warga,” kata Hengky Honandar.

Sebagai pemerintah Kota Bitung, Hengky memandang kegiatan seperti ini sebagai bagian penting dalam pembangunan karakter masyarakat.

Pembangunan tidak hanya diukur dari aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga dari kekuatan nilai budaya, moral, dan spritual masyakatnya.

Oleh karena itu, pemerintah akan terus mendukung setiap inisiatif masyarakat yang bertujuan merawat budaya, memperkuat Harmoni, dan menjaga persatuan.

Melalui momentum gelar adat tulude ini, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat Kota Bitung, khususnya keluarga besar rukun Oikumene Harmoni, untuk terus berjalan bersama, bergandengan tangan, dan saling menopang dalam semangat kebersamaan.

Masyarakat diajak menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, dan kebersamaan sebagai fondasi dalam membangun Kota Bitung yang dicintai.

“Atas nama Pemerintah Kota Bitung, saya menyampaikan selamat kepada seluruh masyarakat Kota Bitung khususnya keluarga besar rukun Oikumene Harmoni, dalam merayakan ungkapan syukur tulude. Semoga tahun 2026 ini menjadi tahun penuh berkat bagi kita semua,” ujar Hengky Honandar.

Ia menegaskan bahwa tradisi adat seperti tulude tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga memperkuat persatuan, toleransi, dan keharmonisan di tengah kehidupan masyarakat Kota Bitung yang majemuk.

Rangkaian kegiatan ditandai dengan doa bersama serta prosesi pemotongan kue Tamo, simbol utama dalam upacara tulude.

Kue berbentuk kerucut tersebut melambangkan ungkapan syukur atas berkat yang telah diterima sekaligus harapan akan kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru.

Selain prosesi adat, perayaan tulude juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dan budaya khas Nusa Utara, yang semakin memperkuat semangat kebersamaan antar jemaat dan warga.

Pelaksanaan upacara adat tulude di Kelurahan Aertembaga Dua, Kecamatan Aertembaga ini menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya lokal dapat berjalan seiring dengan kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat, serta menjadi bagian penting dalam menjaga identitas dan keharmonisan Kota Bitung.

(Syarif)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara