
Penulis: Sri Surya | Manado
Perayaan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum bagi Pusat Pengembangan Anak (PPA) yang bermitra dengan Yayasan Compassion Indonesia (YCI) Cluster Manado I untuk menguatkan komitmen terhadap perlindungan dan pemenuhan hak anak.
Puncak perayaan HAN 2026 digelar di Atrium Manado Town Square (Mantos) 3, Manado, Sabtu (8/8/2026), dengan melibatkan sekitar 500 anak binaan dari 12 gereja mitra lokal di bawah naungan PPA Cluster Manado I.
Mengusung tema nasional “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, kegiatan tersebut dikemas dalam suasana penuh kreativitas dan ekspresi iman.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah. Selanjutnya, anak-anak diberikan ruang untuk menampilkan potensi dan kreativitas mereka melalui berbagai kegiatan, termasuk festival unjuk bakat seni yang melibatkan para pemuda PPA.
Penyelenggaraan kegiatan di ruang publik juga menjadi bagian dari upaya PPA untuk menyuarakan pentingnya pemenuhan hak anak sekaligus menciptakan ruang yang aman bagi anak untuk berekspresi.
Andre Wala, PF Cluster Manado I, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
“Melalui perayaan di Mantos 3 ini, kami ingin menyuarakan pentingnya kolaborasi ekosistem di sekitar anak—mulai dari keluarga, gereja mitra, hingga masyarakat umum—untuk berkomitmen stop kekerasan dan melindungi masa depan mereka,” ujar Andre.
Menurutnya, pendekatan yang dilakukan PPA Compassion tidak hanya berfokus pada satu aspek, tetapi mendorong perkembangan anak secara holistik, meliputi aspek fisik, sosial-emosional, kognitif, serta moral dan spiritual.
Kegiatan tersebut pun mendapat sambutan positif dari anak-anak binaan. Salah satu perwakilan anak mengaku senang mendapat kesempatan tampil dan menunjukkan bakat di hadapan masyarakat luas.
“Kami sangat senang bisa tampil di tempat umum seperti ini. Melalui acara ini, kami merasa suara dan bakat kami benar-benar dihargai dan didukung penuh,” ungkapnya.
Selain pertunjukan seni, perayaan HAN 2026 juga diisi dengan penandatanganan Komitmen Perlindungan Anak yang dibacakan Christine Natalia Rambitan.
Momentum tersebut dilanjutkan dengan pembacaan 10 hak anak oleh 10 anak binaan yang mengenakan kostum nusantara.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama.
Keluarga, gereja, komunitas, dan masyarakat memiliki peran penting dalam memastikan anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung masa depan mereka.
