KILOMETER TIGA—Selasa (31/1) sekitar pukul 04.00 Wita, hamba-hamba Tuhan dari GMIM dan GPdI melakukan doa berantai di Desa Kilometer Tiga Kecamatan Amurang. Pasalnya, doa berantai yang dilakukan hamba Tuhan dalam rangka untuk memulihkan Desa Kilometer Tiga dari berbagai persoalan yang terjadi.
Hukum Tua Kilometer Tiga Nontje Tambingon membenarkan, bahwa ini program Pemerintah Desa. ‘’Ini program pemerintah desa. Dan saya mengundang semua hamba Tuhan, baik pelayan khusus dari GMIM dan GPdI sendiri melakukan doa berantai. Dan ternyata, program ini mendapat dukungan dari mereka,’’ ujar Tambingon.
Lanjut Tambingon, doa berantai tersebut dipimpin Ketua BPMJ GMIM Galilea Kilometer Tiga Pdt Lanny Kotha Muntu, STh dan Gbl Akwila Suryono. Doa berantai diatas dimaksudkan untuk mendoakan Desa Kilometer Tiga (KM3) dari beragai kasus yang terjadi selang tahun 2011.
‘’Dan memang, selama tahun 2011 hingga Januari 2012 banyak kasus yang terjadi di desa ini. Olehnya, kami usulkan kepada hamba-hamba Tuhan. Dan ternyata semuanya mendung serta. Ditanya kasus-kasus yang menonjol seperti apa, Tambingon enggan menjelaskan secara rinci. Hanya saja, kata Tambingon bahwa semua warga KM3 telah mengetahuinya. Dan kita diminta untuk mendoakan bersama,’’ ucapnya.
Sementara itu, majelis jemaat GMIM hampir semuanya ikut dalam doa berantai tersebut. Termasuk majelis jemaat GPdI diantaranya Henoch Tiwa, H Tahendung, Jimmy Agustinus. Dan tim doa GPdI, Lili Juliana Lumintang, J Hengkenusa dan Marie Johanis serta beberapa pemimpin wadah.
Ketua BPMJ GMIM Galilea Kilometer Tiga Pdt Lanny Kotha Muntu, STh menyambut baik program Pemerintah Desa Kilometer Tiga. ‘’Memang, sejak BPMS GMIM mempercayakan dirinya di GMIM Galilea, banyak masalah terjadi antar jemaat dan warga terjadi. Pun demikian, pergumulan antara anggota jemaat akan dilakiukan bersama. Olehnya, setelah diundang Hukum Tua, dirinya sangat setuju. Dan ternyata, sebagian besar pelayan khusus dan majelis jemaat di dua gereja diatas ikut mendukung dan ternyata program diatas berjalan sukses. Walau harus melalui berjalan digelap dengan hanya menggunakan obor,’’ ucap Pdt Muntu. (and)
