Berita Utama

Hadapi Tantangan Perbatasan, Imigrasi Sulut Perkuat Kolaborasi dengan Media

Hadapi Tantangan Perbatasan, Imigrasi Sulut Perkuat Kolaborasi dengan Media
Kanwil Ditjen Imigrasi Sulut I Gusti Bagus M. Ibrahim, didampingi Kepala Bagian Umum Novly Tenlie Nelson Momongan dan Kepala Tim Humas Valent Pontororing.

MANADO, BeritaManado.com – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Utara memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan Ngobrol Pintar (Ngopi) Bersama Insan Pers, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan yang digelar di Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Sulut ini dihadiri Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Sulut I Gusti Bagus M. Ibrahim, didampingi Kepala Bagian Umum Novly Tenlie Nelson Momongan dan Kepala Tim Humas Valent Pontororing.

Dalam diskusi tersebut, I Gusti Bagus menyoroti posisi strategis Sulawesi Utara sebagai wilayah perbatasan internasional yang berhadapan langsung dengan Filipina.

ADVERTISEMENT

Kondisi geografis ini, menurutnya, menghadirkan tantangan tersendiri dalam mengawasi mobilitas orang, keberadaan warga negara asing, hingga persoalan Persons of Philippine Descent (PFDs) atau warga keturunan Filipina.

Ia menjelaskan, Imigrasi memiliki dua tugas utama, yakni memberikan pelayanan keimigrasian sekaligus menjalankan fungsi penegakan hukum.

Dalam menjalankan kedua fungsi tersebut, I Gusti Bagus menilai pers memiliki peran penting sebagai jembatan informasi kepada masyarakat, sekaligus menjadi sumber informasi bagi jajaran Imigrasi.

Hadapi Tantangan Perbatasan, Imigrasi Sulut Perkuat Kolaborasi dengan Media

“Kami sangat menghormati etika jurnalistik. Kalau perlu diklarifikasikan dulu kepada kita sebelum disampaikan kepada masyarakat, alangkah elegannya, alangkah baiknya,” katanya.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian serius adalah keberadaan PFDs yang hingga kini masih berstatus undocumented.
I Gusti Bagus menegaskan, persoalan tersebut harus dicarikan solusi agar masyarakat yang terdampak mendapatkan kepastian dan jalan keluar.

“Ini harus diberikan jalan keluar, diberikan solusinya. Kita tidak mengenal stateless, tetapi di sini terjadi undocumented,” jelasnya.

Untuk menangani persoalan tersebut, pihak Imigrasi terus melakukan koordinasi lintas instansi melalui desk yang telah dibentuk pemerintah. Koordinasi melibatkan Kementerian Hukum, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Dukcapil, hingga Konsulat Jenderal Filipina di Manado.

“Ini menjadi PR saya pertama, untuk selalu berkoordinasi karena sudah ada desk yang dibentuk untuk menangani masalah warga keturunan Filipina ini,” ujarnya.

Di hadapan para jurnalis, I Gusti Bagus juga mengajak insan pers menjadi mitra strategis Imigrasi dalam mengawal berbagai persoalan keimigrasian di Sulawesi Utara.

Selain membantu menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat, pers juga diharapkan dapat memberikan kritik dan koreksi terhadap kinerja jajaran Imigrasi.

Sinergi tersebut dinilai penting untuk memastikan persoalan keimigrasian di wilayah perbatasan dapat ditangani secara transparan, terukur, dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

Deidy Wuisan