
BITUNG—Uskup Manado Mgr Yosef Suwatan MSC, Sabtu (26/11) mentahbiskan gereja Katolik St Familia Stasi Sagerat gereja Katolik St Familia Stasi Sagerat kecamatan Matuari. Dimana dalam acara pentahbisan, diawali dengan pembukaan selubung papan nama dihalaman gereja oleh Uskup Suwatan kemudian dilanjutkan dengan penandatangan prasasti dan pengguntingan pita oleh Walikota Bitung, Hanny Sondakh sekaligus meresmikan tersebut.
Setelah peresmian dan pentahbisan di halaman gereja, dilanjutkan dengan ibadah syukur perayaan ekaristi mulia di dalam gedung gereja dipimpin langsung oleh Uskup Suwatan. Ibadah berlangsung dengan khusuk di hadiri pula oleh Wakil Walikota Max Lomban, Sekkot Bitung, Edison Humiang, Wakil Ketua DPRD Kota Bitung, Maurits Mantiri, Kapolres Bitung, AKBP Satake Bayu SIK serta sejumlah pejabat Pemkot.
“Kami menyampaikan terima kasih serta penghargaan atas dukungan, motivasi dan bantuan dari seluruh donatur terutama Walikota Bitung yang terus membantu dan memotivasi panitia dalam upaya membangun gereja sehingga dalam waktu kurang lebih tiga tahun gereja ini selesai di bangun dan saat ini boleh ditahbiskan dan diresmikan penggunaanya,” kata ketua panitia pembangunan, Petrus Tuange saat menyampaikan laporan panitia.
Tuange sendiri berharap apa yang sudah dilakukan saat ini akan membawa berkat bagi semua umat dan masyarakat Kota Bitung.
Sementara itu, Sondakh dalam sambutannya menyampaikan, dalam situasi dinamika hidup berbangsa dan bernegara dewasa ini, umat Katolik tentu harus tampil membawa cahaya yang menuntun dan menyejukkan. “Oleh karena itu mengiringi kehadiran gereja di tengah masyarakat, umat harus dapat menggapai tantangan-tantangan bersama, baik dari lingkungan sekitar maupun dari dalam gereja itu sendiri,” kata Sondakh.
Untuk itu Sondakh mengharpkan perlu membuka diri dalam dialog dengan semua umat beragama dalam membina persaudaraan kebersamaan sejati. Dalam semangat inilah umat Katolik termasuk Stasi St Familia harus berjalan memberikan kesaksian hidup yang damai dalam cinta kasih tuhan dalam persaudaraan sebab kesaksian yang sejati apabila mampu mengimplementasi dalam atifitas setiap hari.
“Saya berharap melalui momentum ini segenap komponen umat mampu memperbaharui pola pikir dan perilaku, meningkatkan kepekaan dan solidaritas sosial, mempererat rasa kebersamaan serta mengembangkan talenta pelayanan, mengasihi Tuhan dan sesama sebagai wujud eksistensi gereja dalam kehidupan bangsa.” katanya. (en)
