Nasional

Forbes Juni 2026: Prajogo Pangestu Masih Jadi Orang Terkaya Indonesia, Harta Tembus US$28,6 Miliar

Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia Juni 2026 Versi Forbes
Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia versi Forbes, 4 Juni 2026. (Infografis: BeritaManado.com)

Penulis: Tim Redaksi

Peta kekayaan konglomerat Indonesia kembali didominasi sektor energi, petrokimia, perbankan, dan pusat data.

Berdasarkan daftar miliarder dunia Forbes edisi Juni 2026, Prajogo Pangestu mempertahankan posisinya sebagai orang terkaya di Indonesia.

Pendiri Barito Group itu tercatat memiliki kekayaan US$28,6 miliar dan menempati peringkat ke-84 dunia versi Forbes Real-Time Billionaires.

Dengan kurs Rp18.036 per dolar AS pada 4 Juni 2026 pukul 11.53 UTC, kekayaannya setara sekitar Rp515,83 triliun — menjadikannya satu-satunya warga Indonesia dalam daftar ini yang menembus angka Rp500 triliun.

Di posisi kedua, pengusaha batu bara Low Tuck Kwong mencatatkan kekayaan US$20,2 miliar atau sekitar Rp364,33 triliun. Pemilik Bayan Resources itu masih menjadi salah satu figur paling berpengaruh di sektor energi nasional.

Dua bersaudara pemilik Grup Djarum dan pemegang saham utama BCA, R. Budi Hartono dan Michael Hartono, masing-masing berada di posisi ketiga dan keempat dengan kekayaan US$19,6 miliar (Rp353,51 triliun) dan US$18,9 miliar (Rp340,88 triliun).

Anthoni Salim menempati urutan kelima dengan total kekayaan US$13,1 miliar atau sekitar Rp236,27 triliun. Bos Salim Group ini dikenal memiliki portofolio bisnis paling beragam di Indonesia, dari Indofood hingga Indomaret.

Tahir berada di posisi keenam dengan kekayaan US$10,6 miliar (Rp191,18 triliun), diikuti pionir industri pusat data Indonesia, Otto Toto Sugiri, dengan kekayaan US$9,4 miliar atau Rp169,54 triliun.

Tiga nama lainnya melengkapi daftar sepuluh besar: Sri Prakash Lohia (US$8,6 miliar / Rp155,11 triliun), Marina Budiman (US$6,7 miliar / Rp120,84 triliun), dan Lim Hariyanto Wijaya Sarwono (US$6,4 miliar / Rp115,43 triliun).

Berikut susunan lengkap 10 orang terkaya Indonesia per Juni 2026 versi Forbes Real-Time Billionaires:

  1. Prajogo Pangestu — US$28,6 miliar (Rp515,83 triliun)
    Pendiri Barito Group. Sumber kekayaan dari sektor petrokimia (Barito Pacific, Chandra Asri), energi terbarukan (Barito Renewables Energy), dan pertambangan batu bara (Petrindo Jaya Kreasi).
  2. Low Tuck Kwong — US$20,2 miliar (Rp364,33 triliun)
    Pemilik PT Bayan Resources, perusahaan tambang batu bara terbesar kedua di Indonesia. Dijuluki Raja Batu Bara, kekayaannya ditopang tingginya permintaan batu bara dari pasar Asia.
  3. R. Budi Hartono — US$19,6 miliar (Rp353,51 triliun)
    Bersama adiknya Michael, mengendalikan Grup Djarum (rokok) dan menjadi pemegang saham mayoritas Bank Central Asia (BCA), salah satu bank dengan kapitalisasi pasar terbesar di Asia Tenggara.
  4. Michael Hartono — US$18,9 miliar (Rp340,88 triliun)
    Kakak-beradik Hartono konsisten masuk jajaran teratas berkat dominasi BCA di sektor perbankan dan bisnis rokok Djarum yang telah berdiri sejak 1951.
  5. Anthoni Salim — US$13,1 miliar (Rp236,27 triliun)
    Pemimpin Salim Group dengan portofolio bisnis paling beragam di Indonesia, mencakup Indofood, Indomaret, serta ekspansi ke sektor infrastruktur dan telekomunikasi.
  6. Tahir — US$10,6 miliar (Rp191,18 triliun)
    Pendiri Mayapada Group. Bisnisnya mencakup perbankan (Bank Mayapada), rumah sakit (Mayapada Hospital), properti, dan media.
  7. Otto Toto Sugiri — US$9,4 miliar (Rp169,54 triliun)
    Pendiri dan pemilik DCI Indonesia, perusahaan pusat data terbesar di Asia Tenggara. Kerap dijuluki “Bill Gates Indonesia” atas perannya membangun ekosistem infrastruktur digital kelas enterprise di Tanah Air.
  8. Sri Prakash Lohia — US$8,6 miliar (Rp155,11 triliun)
    Pemilik Indorama Ventures, perusahaan petrokimia dan tekstil multinasional yang beroperasi di lebih dari 30 negara, dengan akar bisnis di Indonesia.
  9. Marina Budiman — US$6,7 miliar (Rp120,84 triliun)
    Satu-satunya perempuan dalam daftar 10 besar. Terafiliasi dengan industri pusat data melalui DCI Indonesia, mencerminkan meluasnya peran pemimpin bisnis perempuan di sektor teknologi Indonesia.
  10. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono — US$6,4 miliar (Rp115,43 triliun)
    Konglomerat dengan bisnis inti di sektor nikel dan perkebunan kelapa sawit. Kekayaannya ikut terdongkrak oleh tingginya permintaan nikel sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik global.

Daftar tahun ini memperlihatkan kuatnya dominasi sektor energi dan sumber daya alam.

Namun, sektor teknologi — khususnya bisnis pusat data — semakin menonjol dengan masuknya Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman ke jajaran 10 besar, sebuah tren yang mencerminkan pesatnya pertumbuhan infrastruktur digital Indonesia.

Nilai kekayaan para miliarder dapat berubah sewaktu-waktu.

Forbes memperbarui data secara berkala berdasarkan pergerakan harga saham, valuasi perusahaan, dan perkembangan aset masing-masing individu.

Perhitungan rupiah menggunakan kurs Rp18.036 per US$1 pada 4 Juni 2026 pukul 11.53 UTC. Nilai dapat berubah mengikuti pergerakan kurs dan pembaruan data Forbes.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara