Agama dan Pendidikan

Filosofi Marijo Bakobong Bergema dalam Sidang Tahunan KGPM 2023

Gerakan mari jo ba kobong merupakan gerakan yang sangat luar biasa dan kami sangat mengapresiasi. Kotamobagu yang dulunya cuma dikenal dengan beras dan kopi Kotamobagu, namun sekarang ditambah dengan Bawang Kotamobagu.

Setelah terjadi Perang Rusia-Ukraina yang telah menimbulkan multi kirisis diberbagai sektor khususnya dibidang pangan, dengan bertolak dari intruksi dan pesan Presiden Jokowi sebagaimana diutarakan diatas, maka Gerakan Marijo Ba Kobong lebih digalakkan dan dikampanyekan oleh Gubernur OD melalui berbagai forum pertemuan dan aksi pada awal 2023 ini.

Aksi dari Program Marijo Ba Kobong ini antara lain diterapkan oleh jemaat GMIM Tasik Sampirang Wilayah Likupang 2 Minahasa Utara. Walaupun berada didaerah bibir pantai, mereka melakukan tanaman pangan berupa jagung. Juga lahan tidur dibersihkan untuk ditanami tanaman pangan. Jemaat ini melakukannya dengan semangat mapalus.

Kemudian pada apel ASN 4 Januari 2023,  Gubernur Sulut Olly Dondokambey sebagai Inspektur Upacara dalam rangka HUT ke-51 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) dirangkaikan dengan mencanangkan Gerakan “Marijo Ba Kobong” dan “Aparatur Sipil Negara (ASN) Menanam”, antara lain menyatakan peringatan hari menanam pohon di Indonesia yang tepatnya jatuh pada tanggal 28 November 2022 (HUT KORPRI), merupakan suatu bukti perwujudan bahwa anggota KORPRI tidak hanya tulus melayani, namun juga bersinergi mendukung program-program pembangunan, pembangkit dan pemacu sektor ekonomi, serta mendukung pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan dan memperhatikan kelestarian alam serta tidak ragu berinovasi terlebih inovasi yang dapat mengakselerasi dan mendukung peningkatan kinerja.

KORPRI harus mampu dan terus berinovasi untuk negeri, termasuk juga merambat menjadi pelaksana dari program-program pemerintah di tempat-tempat saudara-saudara terjun langsung dengan praktek pertama masyarakat yang dilayani, mewujudkan sasaran dari setiap inovasi maupun gerakan-gerakan yang sedang digalakkan seperti halnya gerakan marijo bakobong dan ASN menanam saat ini.

Selesai apel, dilanjutkan dengan aksi menanam  dengan mencanangkan Gerakan “Marijo Bakobong” dan “Aparatur Sipil Negara (ASN) Menanam” di Kawasan Perkebunan, Jl. Ir. Soekarno Kabupaten Minahasa Utara.

Gubernur Sulawesi Utara OD kembali menggelorakan semangat menanam agar bisa berdikari dalam pangan. Gubernur mengajak masyarakat agar memanfaatkan lahan subur untuk bercocok tanam. 

Hal yang sama dengan semangat yang lain, pada saat Pentahbisan dan Peresmian Gedung dan Pastori GPdI (Gereja Pantekosta di Indonesia) di kota Bitung, Sabtu, 18 Pebruari 2023, Gubernur OD mengatakan kalau kita semua berdikari dalam pangan, maka ekonomi terjaga dan inflasi terkendali.

Mari kita gelorakan program pemerintah Marijo Ba Kobong. Pemerintah akan back up full mulai dari bibit dan pupuk semua organisasi. Karena itu  kerjasama antara pemerintah dan gereja tetap terjaga. Dengan bekerjasama, kata OD, maka semua bisa lewati dengan muda. Apalagi program Pemprov Sulut selaras dengan Pemerintah Pusat.

“Mari kita kerja bersama-sama. Kalau kita gotong royong semua bisa kita lewati bersama. Apalagi perhatian dari pak Presiden Jokowi. Apa yang pemerintah daerah minta selalu diberikan. Tidak ada yang ditolak,” ucap Gubernur OD.

Didalam KGPM sendiri, Terkait Gerakan Marijo Ba Kobong sebenarnya secara fakta telah dilaksanakan oleh KGPM di-beberapa Sidang/Jemaat  sebelum dan pada saat pandemi Covid 19, seperti Kawangkoan, Wuwuk, dll, jauh sebelum pelaksanaan Sidang Tahunan.

Namun menggema di Sidang Tahunan KGPM pada 15-17 Pebruari 2023, bertempat  di KGPM Sidang Getsemani, Desa/Kelurahan Wineru, Kabupaten Bolaang Mongondow.

Kata ajakan Gubernur OD “Marijo Ba Kobong” sebagai Bahasa Rakyat yang Sederhana, namun secara filosofi  telah diterjemahkan secara luas dan mendalam oleh Peserta Sidang Raya.

Diawali dengan penyerahan berbagai bibit tanaman kepada Peserta Sidang dan perwakilan masyarakat setempat, maka Peserta Sidang menterjemahkan Marijo Ba Kobong bukan hanya terbatas pada bidang pertanian, tapi juga meliputi bidang perkebunan, kehutanan, kelautan, industri, jasa, baik dilakukan oleh jemaat maupun oleh UMKM sesuai potensi yang dimiliki jemaat maupun KGPM secara utuh.

Kemudian pengelolaan Marijo Ba Kobong dibidang pertanian dan non-pertanian sebagaimana diutarakan diatas, Sidang Tahunan berkomitmen akan dikelola secara professional, produktif dan berkesinambungan bukan lagi secara tradisional.

Untuk itu pengelolaannya akan bersinergi dengan Pemerintah Daerah sesuai bidangnya untuk menjadi partner dalam bentuk pemilihan dan penyediaan bibit, pemakaian pupuk, pemanfaatan teknologi, susunan organisasi dan managemen, serta hal-hal lain.

Disisi lain akan bekerja sama dengan perbankan dalam hal pemberian kredit usaha serta konsultasi pasar terkait bidang  jenis usaha yang dipilih karena ada pasarannya yang baik dan kontinyu ditingkat lokal, nasional maupun internasional.

Dengan pengelolaan secara professional, produktif dan berkesinambungan, maka target hasil produksinya, nantinya tidak hanya terbatas untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan intern Sidang/Jemaat KGPM yang berotonom, tapi juga akan menunjang peningkatan produksi untuk memenuhi kebutuhan daerah sendiri maupun daerah lain bahkan untuk menunjang dan meningkatkan target ekspor keluar negeri yang sudah menjadi program dari Gubernur OD yang telah terealisir sejak beberapa tahun yang lalu, berupa hasil pertanian dan perikanan, namun mendapat gangguan karena pandemi Covid 19.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara