Bisnis dan Ekonomi

Ekspor Sulut Tembus US$411 Juta, Amerika Serikat Jadi Pasar Utama

Ekspor Sulut Tembus US$411 Juta, Amerika Serikat Jadi Pasar Utama
Ilustrasi ekspor impor

Penulis: Sri Surya | Manado

Kinerja perdagangan luar negeri Sulawesi Utara sepanjang Januari hingga April 2026 menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara mencatat nilai ekspor mencapai US$411,28 juta atau naik 11,49 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.

Sementara itu, nilai impor Sulawesi Utara tercatat sebesar US$55,04 juta atau meningkat 10,18 persen dibanding Januari-April tahun lalu.

ADVERTISEMENT

Kepala BPS Sulawesi Utara, Wakethi mengatakan peningkatan ekspor masih ditopang komoditas utama daerah, terutama lemak dan minyak hewani maupun nabati.

“Komoditas HS 15 atau lemak dan minyak hewani maupun nabati masih menjadi penopang utama ekspor Sulawesi Utara dengan nilai mencapai US$297,96 juta,” kata Wakethi.

Komoditas tersebut memberikan kontribusi sekitar 72,45 persen terhadap total ekspor Sulawesi Utara selama Januari-April 2026.

Selain itu, ekspor olahan hasil perikanan juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 42,09 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor terbesar Sulawesi Utara dengan nilai mencapai US$87,15 juta atau melonjak 316,43 persen dibanding Januari-April 2025. Posisi berikutnya ditempati Tiongkok sebesar US$79,34 juta dan Filipina sebesar US$67,10 juta.

Di sisi impor, komoditas terbesar masih didominasi bahan bakar mineral dengan nilai US$36,44 juta, meski mengalami penurunan 5,33 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Malaysia tercatat sebagai negara asal impor terbesar Sulawesi Utara dengan nilai mencapai US$30,50 juta.

Menurut Wakethi, neraca perdagangan Sulawesi Utara hingga April 2026 masih mencatat surplus cukup besar.

“Neraca perdagangan Sulawesi Utara hingga April 2026 masih surplus sebesar US$356,23 juta. Ini menunjukkan kinerja ekspor daerah masih lebih tinggi dibanding impor,” tutupnya.