
Plt Kadishut Minut Nico Macawalang
Airmadidi – Kebakaran hutan dan aksi pembukaan lahan perkebunan baru dengan cara membakar, yang terjadi di Minut, dikhawatirkan akan menyebabkan bencana longsor saat musim hujan nanti.
Dikatakan Plt Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Minut Nico Macawalang, pohon yang terbakar membuat daya serap tanah terhadap air akan berkurang.
“Jika sudah musim hujan, otomatis tanah yang gundul tidak mampu menyerap air dalam jumlah besar. Ini beresiko menyebabkan bencana longsor,” kata Macawalang.
Olehnya, Macawalang mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar lahan perkebunan, apalagi jika berdekatan dengan areal hutan atau perumahan warga.
“Bara api pada kayu bekas dibakar, jika tidak disiram dengan baik bisa menyala kembali dan menghanguskan apa saja yang ada di sekitar, contohnya kebakaran lahan seluas 20 hektar di areal Perum Agape Desa Tumaluntung juga di bukit Toka dekat objek wisata Kaki Dian dan kebakaran hutan di Desa Klabat. Jika kebakaran ini ada unsur kesengajaan, itu sudah masuk kategori aksi teror,” ujarnya. (Finda Muhtar)
