Kota Manado

Dana Bantuan Kebakaran Masih Kabur, Ini Penjelasannya

Manado – Masyarakat Kelurahan Calaca, lingkungan 2 dan 3 mulai resah. Pasalnya, sebagian masyarakat belum menerima dana bantuan bencana kebakaran.

Warga bahkan sudah 3 kali mendatangi Kantor Walikota Manado untuk memastikan penerimaan dana bantuan, tapi hasilnya nihil. Kecurigaan akan adanya permainan oknum tak bertanggungjawab pun muncul yang mengakibatkan masyarakat mulai tak yakin akan pengaturan dana bencana.

Menghindari berkembangnya kecurigaan di masyarakat, Kepala Badan Keuangan Pemerintah Kota Manado menjelaskan bahwa hal belum diterimanya dana bantuan bencana kebakaran oleh sebagian warga bisa disebabkan oleh beberapa faktor.

“Data yang ada pada kami, penerima bantuan kebakaran di ex-Bioskop Happy ada 56 KK. Penerima kloter 1 ada 21 KK, kloter 2 ada 1 KK. Jadi totalnya 22 KK. Sisanya masih 34 KK. Penyebab sampai mereka belum mendapat dana bantuan bisa karena beberapa hal. Yaitu, proposalnya belum ada pada kami. Kalau proposalnya ada, maka akan langsung diproses mulai dari verifikasi oleh pihak terkait. Setelah berkas lengkap, diserahkan kepada kami dan akan langsung diproses untuk pencairan. Itupun langsung ke rekening masing-masing. Jadi kalau ditanya kenapa yang lain cair yang lain tidak, ya ditanya kembali apakah proposalnya masuk atau tidak? Prosesnya saja kan makan waktu. Tidak mungkin masukkan hari ini besok cair. Jadi masukan dulu proposalnya baru akan diproses sesuai aturan,” ujar Manarsar Panjaitan MSi, Kamis (7/1/2016).

Terkait pengaduan masyarakat soal penerima bantuan yang dinilai tidak tepat, Kaban Keuangan mengatakan aduan itu salah alamat.

“Kalau ada masyarakat yang protes soal layak tidaknya penerima bantuan itu, jangan protes kesini. Yang paling tahu kondisi itu adalah lurah dan kepala lingkungan setempat. Mereka yang tahu karena mereka kenal betul mana yang memang masyarakat disitu yang menjadi korban dan mana yang bukan. Bukan mengadu kesini,” tambahnya. (srisurya)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara