Kebetulan di tempat sama, Shintia Gelly Rumumpe juga ada.
“Ibu Vonnie dan Shintia langsung merespon. Mereka senang dengan rencana ini dan mendukung penuh. Bahkan dari segi moril dan materi,” beber Mongol.
Tetapi lanjut Mongol, Vonnie Anneke Panambunan memberi pesan tegas dalam rencana aksi itu.
“Jujur, saya sempat kaget namun terpukau dengan penegasan ibu Vonnie kala itu,” bebernya.
Kata Mongol, sebagai figur yang berada di lingkaran politik, VAP tidak ingin aksi makanan sehat paramedis disusupi agenda warna-warni.
Terlebih berbau kepentingan pilkada.

Dikatakan Mongol, VAP berulangkali mewanti-wanti dirinya agar program kemanusiaan ini berjalan murni karena profesionalitas bukan popularitas.
“Saya langsung respek. Di saat ada moment menaikkan elektabilitas, ibu VAP justru melarang promosi politik. Ini luar biasa,” kesan Mongol.
Mongol mengatakan, kala itu VAP memberikan sumbangsih untuk keperluan awal.
Persiapan pun matang dan langsung bergerak memenuhi semua perlengkapan.
“Dan distribusi makanan sehat dilakukan awal Mei, sekira pekan kedua,” kata Ketua DPW GPND Sulut itu.
Poin penting dalam program ini adalah makanan sehat dan higienis.
Itulah yang membuat Mongol mengolah sendiri makanan demi kepastian kebersihan.
Ditanya soal tujuan, Mongol pun bingung.
“Apa ya, sebulan lebih kami bergerak justru makin semangat. Memang lelah tapi menyenangkan. Oh iya, tujuannya kami ingin memburu senyuman paramedis dan relawan. Melihat mereka tertawa,” tandasnya.
(Alfrits Semen)
