Politik dan Pemerintahan

Cegah Hoax-SARA di Pemilu 2024, Periksa Fakta di CekFakta.com

Pelaku dikenakan UU ITE dengan ancaman penjara selama enam tahun.

Selanjutnya, baru-baru ini, beredar sebuah video di Facebook yang menunjukkan seseorang sedang menaiki Omni Hoverboard dan mengibarkan bendera yang diklaim sebagai bendera khilafah.

Terlihat dalam video tersebut di dalam stadion sepak bola, beberapa saat sebelum pertandingan dimulai.

Video tersebut diklaim sebagai pembukaan piala dunia di Qatar.

Setelahnya, klaim tersebut salah. Faktanya, video tersebut merupakan video lama sejak 2019, beberapa saat sebelum pertandingan final kompetisi King’s Cup Saudi Arabia 2019.

ACTLD, Perusahaan lighting designer yang menangani lighting saat acara final tersebut melalui situs resminya juga membagikan foto pada saat pengibaran bendera Arab Saudi dengan menggunakan Omni Hoverboard.

Melalui akun Twitter resmi Al-Ittihad Club juga membagikan foto dengan frame yang sama dalam video tersebut yang dibagikan sejak 3 Mei 2019.

Sehingga dapat dibatalkan klaim dalam video tersebut tidak ada kaitannya dengan pembukaan piala dunia di Qatar 2022.

Selain itu, bendera yang berkibar dalam video tersebut berbeda dengan bendera khilafah.

Bendera khilafah berlatar hitam atau putih serta tidak terdapat pedang di bawah kalimat tauhidnya, sedangkan bendera Arab Saudi terdapat kalimat tauhid dengan latar berwarna hijau tua dan terdapat pedang berwarna putih di bawah kalimat tauhid tersebut.

Dengan demikian, video bendera Khilafah dikibarkan saat pembukaan Piala Dunia di Qatar merupakan hoax dengan kategori konten yang menyesatkan.

Cara termudah untuk memastikan kebenaran informasi adalah memeriksanya dan membandingkan dengan sumber terpercaya.

Sejak 2019, banyak kanal cek fakta yang bisa membantu Anda untuk menemukan kebenaran dari sebuah informasi, salah satunya lewat situs cekfakta.com.

Pada situs cekfakta.com, Anda bisa memasukkan kata kunci sesuai informasi yang ingin Anda cek.

Cekfakta.com adalah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang dibangun di atas API Yudistira oleh MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) dan bekerja sama dengan beberapa media online yang tergabung di AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia) serta didukung oleh Google News Initiative dan Internews serta FirstDraft.

Cekfakta.com pertama kali diluncurkan di acara ‘Trusted Media Summit 2018’ yang diadakan di Jakarta pada Sabtu, 5 Mei 2018 setelah penandatangan MoU oleh 22 Pemred dan Ketua Mafindo.

Selain CekFakta.com, Anda juga bisa menggunakan mesin pencari seperti google.com.

Lalu masukkan kata kunci sesuai informasi yang Anda terima dari media sosial, seperti “Video Bendera Khilafah Dikibarkan Saat Pembukaan Piala Dunia di Qatar”, atau “Uskup Katolik deklarasi dukung Anies Baswedan”, atau “Prabowo pakai jubah uskup”.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara