Bitung—Puluhan buruh PT Samudera Sentosa (SS) yang sudah diberhentikan mengaku belum menerima pesangon dari perusahaan. Padahal mereka mengaku telah mendapat informasi jika PT SS telah memberikan pesangon lewat Anortje Raingkamang dan Rusdy Makahinda yang mengatasnamakan asisoasi buruh di Kota Bitung.
“Dua ratus buruh yang lain sudah menerima pesangon yang katanya disalurkan perusahaan lewat Raingkamang dan Makahinda, tapi kenapa kami tidak menerimanya,” kata salah satu buruh, Ramla Tahili ketika mengadu ke anggota DPRD, Rabu (22/11).
Bahkan menurutnya, Raingkamang dan Makahinda diduga memotong pesangon para buruh yang diberikan perusahaan. Seperti, ada sejumlah karyawan yang harus menerima pesangon sebesar Rp9 juta tapi hanya diberikan Rp5 juta.
“Info ini kami dapatkan ketika berkoordinasi dengan Disnakertrans serta mengecek buruh yang telah menerima pesangon. Dan ketahuan jika pesangon yang mereka berikan tidak 100%,” katanya.
Lebih lanjut Tahili mengatakan, salam daftar ada 204 buruh telah mendaptkan pesangon, sementara 74 orang lainnya belum menerima. Padahal ada sekitar 500-an buruh terdaftar sebagai pekerja sebelum perusahaan tutup,” katanya yang dibenarkan rekan lainnya Aisya Abubakar, Siltje Sangkon dan Wirda Pakaya.
Lebih anehnya lagi menurut para buruh, Raingkamang dan Makahinda hanya memasukan 204 nama buruh, sedangkan 300-an lainnya tidak diupayakan dengan alasan tidak mengikuti demo.(enk)
