
Bitung – Ratusan buruh Kota Bitung yang tergabung dalam SPSI, RTMM, KAMIPARHO, SBSI, FSPMI dan FNPBI menyampaikan 15 poin tuntutan dalam rangka hari buruh atau mag day, Rabu (1/5).
Ke-15 poin tuntutan buruh ini disampaikan ke Asisten I, Fabian Kaloh dan Asisten II, Dahlia Kaeng mewakili Walikota Bitung.
Menurut Kaloh dan Kaeng, Pemkot sangat menghargai masukan kaum buruh sebab buruh juga merupakan warga Kota Bitung yang harus mendapatkan perlindungan dan pelayanan dari pemerintah.
“Sehingga berbagai tuntutan ini akan diterima kemudian diproses sebagaimana ketentuan dan kewenangan pemerintah daerah,” kata Kaloh dan Kaeng.
Terkait tuntutan buruh terhadap permasalahan PT Delta Pacifik Indotuna, PT ALians Internasional dan PT Sinar Pure food Internasional menurut Kaeng, Penkot telah memanggil dan meminta segera dilakukan penyelesaian sebagaimana tuntutan buruh. “Dan sementara ini dilakukan pertemuan-pertemuan mencari solusi yang terbaik sehingga kami mohon bersabar,” kata Kaeng.
Dan jika hal tersebut tidak ditanggapi dengan baik, maka Kaeng berjanji akan diambil tindaklan tegas.
Adapun tuntutamn para buruh Kota Bitung dalam peringatan may day adalah 1. Jadikan tanggal 1 Mei sebagai libur nasional, 2. Stop sistem outsourching dan PKWT yang inkonstitusional, 3. Stop mafia pajak (samsat/dispenda) dan mafia tilang kendaraan bermotor. 4. Stop pembiaran pencemaran lingkungan, 5. Segera dibentuk dewan pengupahan kota, 6. Tuntaskan dugaan korupsi Kemenpera, 7. Stop penambahan armada dalam kota serta sesuaikan tarif trayek, 8. Stop pembiaran kerusakan jalan Sarundajang, 9. Segera ikut sertakan para pekerja dalam program jamsostek, 10. Mendesak PT. Pertamina memberikan sanksi SPBU Kotabangun terkait penembakan, 11. Stop kelangkaan elpiji, 12. Reformasi kebebasan/ pemberiataan pers, 13. Berantas premanisme di Kota Bitung, 14. Mengutuk pemboman di kantor pusat K-SBSI dan 15. Menolak kenaikan BBM.
Aksi ini sendiri dikordinir Rocky Oroh sebagai Koordinator Lapangan aksi yang mendatangi sejumlah instansi dan perusahaan di Kota Bitung.(enk)
