BITUNG—Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan angka kemiskinan di Sulut tahun 2011 mengalami penurunan. Hal ini disampaikan Kepala BPS Sulut, Dantes Simbolon MA ketika menghadiri peresmian kantor BPS Kota Bitung di Kelurahan Manembo-nembo Kecamatan Matuari, Rabu (7/12).
Menurut Simbolon, tahun 2011 ini angka kemiskinan di Sulut mengalami penurunan dari 9,1 persen menjadi 8,5 persen sesuai dengen hasil survei yang dilakukan pihaknya. “Kantong-kantong kemiskinan di Sulut termasuk Kota Bitung telah terdata dan itupun bisa digunakan oleh pemerintah daerah untuk menyentuh, terlebih memenuhi kesejahteraan masyarakat pesisir,” kata Simbolon.
Khusus untuk Kota Bitung menurut Simbolon, yang masuk dalam kategori miskin adalah mereka yang memiliki rumah masih beratap rumbia, lantai tanah. Namun ada orang yang sengaja mengaku miskin, meskipun kondisinya tidak demikian karena dibalik kemiskinan ada hal menarik buat mereka untuk di dapatkan kepedulian dari pemerintah.
“Sehingga letak integritas kejujuran menyatakan miskin berubah atau ada segi embel-embelnya,” katanya.
Program kedepan menurutnya, BPS Sulut tahun 2012 akan melaksanakan Susekar dan Ranpernas pendapatan serta pengeluaran konsumsi rumah tangga, pengangguran, sensus pertanian, vertilitas kesuburan wanita dan angka kematian bayi, exploirisasi dan sosialisasi sensus penduduk untuk dipakai oleh orang banyak. Karena menurutnya, padatnya pekerjaan yang ditambah, memacu efektifitas, efisien, produktif dan sinergitas kepada seluruh pegawai BPS untuk bertindak lebih profesional.
“BPS di kabupaten/kota di Sulut patut mencontohi BPS Kota Bitung karena tidak memiliki tunggakan data secara nasional,” ujar Simbolon.
Menangapi hal tersebut, Kepala BPS Kota Bitung, Leo Rawung mengaku pegawainya benar-benar makin diasa penuh kerja keras dan transparan tata kelolah pemerintahan. Dengan memelihara komunikasi yang baik kepada masyarakat sehingga hasilnya kota Bitung tidak ada tunggakan data.(en)
