Kota Manado

BNPT Gelar Pelatihan Jurnalis Damai

Manado – Jurnalis dibekali untuk menjadi bagian dari perdamaian. Hal ini menjadi topik utama dalam Pelatihan Jurnalisme Damai bagi Wartawan dan Pemimpin Redaksi yang digelar di Swiss Belhotel yang digagas oleh Badan Nasional Penanganan Terorisme (BNPT), Kamis (16/10/2014).

Dalam sambutan pembukanya, Drs Hudiyanto perwakilan BNPT menjelaskan, bahwa Jurnalis damai pada dasarnya adalah upaya meluruskan kembali apa yang menyimpang dari jurnalis dalam praktik. Prinsipnya, jurnalisme itu bertujuan untuk kepentingan public, untuk kebaikan masyarakat luas. Jika suatu pemberitaan kemudian tidak member kebaikan untuk masyarakat dengan cara pemberitaan yang kurang mempertimbangkan bagaimana menyelesaikan konflik , atau malah cara pemberitaan itu sendiri yang berpotensi konflik berkepanjangan.

“Disitulah muncul Jurnalis Damai,” ujar Hudiyanto.
 
Ia juga menjelaskan bahwa jurnalis damai adalah jurnalis yang memposisikan berita – berita sebegitu rupa, yang mendorong dilakukannya analisis konflik dan tanggapan tanpa kekerasan.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Advokat Ekha Tindangen SH selaku Sekretaris Forum Pencegahan Terorisme Sulut mengatakan, pencegahan terorisme dimulai sejak dini. Dimana sebelum masuk aksi terorisme sudah terlebih dulu dilakukan pencegahan sehingga tidak sampai terjadi aksi. Peran FPTS adalah perpanjangan tangan dari BNPT yang ada di daerah yang dibentuk dari berbagai perwakilan organisasi yang ada di Sulut.

‘Kami bertugas untuk menyelidiki gerakan yang bertujuan terorisme dan melakukan pencegahan lewat sosialisasi, terutama pada kelompok pemuda dan lintas agama,” terangnya, sembari menambahkan bahwa Manado telah ditandai sebagai kota rawan konflik.

Sebelumnya kegiatan Pelatihan Jurnalisme Damai Bagi Wartawan dan Pemimpin Redaksi telah dilaksanakan di Kota Solo, Palu, Palembang, Denpasar.

Sebagai peserta pada kegiatan tersebut yakni puluhan wartawan media cetak, online, elektronik nasional maupun daerah. (leriandokambey)