Agama dan Pendidikan

BEM UNSRAT Diingatkan Pentingnya Peran Mahasiswa Dalam Bela Negara

 

Situasi penyampaian materi tentang pembinaan teritorial bagi BEM UNSRAT
Situasi penyampaian materi tentang pembinaan teritorial bagi BEM UNSRAT

 

 

 

Minut, BeritaManado.com – Mewakili Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Sabar Simanjuntak SIP MSc, Kasiter Korem 131/Santiago Kolonel Inf Saripuddin SIP membawakan materi tentang Pembinaan Teritorial kepada BEM Unsrat yang sedang melaksanakan latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa di Cornelia Park, Desa Suwaan, Minahasa Utara (Minut).

Dalam materinya, Kolonel Saripuddin menyampaikan, mahasiswa adalah generasi muda dan kader pemimpin masa depan yang telah menguasai pengetahuan ke Indonesaan dan mampu mengaplikasikannya.

“Sebagai kader Bela Negara di wilayah masing-masing, mahasiswa punya tanggungjawab untuk secara bersama-sama menjaga keutuhan NKRI, dimana sesuai UUD 1945 pada pasal 27 dan 30, setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara, dengan demikian bahwa SISHANEG diselenggarakan dengan memberdayakan seluruh sumber daya nasional (Sumdanas),” ujar Saripuddin.

Lebih lanjut dijelaskan, pembinaan teritorial dilaksanakan karena adanya ancaman, dan untuk menghadapi ancaman perlu dilibatkan seluruh komponen bangsa termasuk para mahasiswa.

“Untuk diketahui, tidak ada satupun angkatan bersenjata di dunia ini yang tidak melaksanakan pembinaan teritori, tapi pelaksanaannya tentu karena kondisi dan dengan cara yang berbeda bahkan dengan istilah yang beda juga,” tambahnya.

Saripuddin pun menegaskan, bahwa kekuatan bangsa Indonesia terletak pada kemanunggalan TNI-Rakyat atau kebersamaan TNI dengan seluruh komponen bangsa, termasuk mahasiswa yang diharapkan dapat selalu waspada dan siap menghadapi ancaman nyata yang telah masuk kesemua lini kehidupan baik ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan hankam, seperti ancaman bahaya laten komunis, paham radikal.

Atas ancaman terorisme atau paham radikal seperti yang dianut ISIS, termasuk bahaya narkoba dan pengaruh negatif penggunaan media sosial yang cenderung dapat memprovokasi, mahasiswa diharapkan dapat berperan penting sebagai agen perubahan terhadap kondisi bangsa sehingga dengan idealisme yang dimiliki membuat mahasiswa menjadi kuat dan tangguh untuk menggantikan generasi-generasi sebelumnya.

“Mahasiswa harus memiliki akhlak yang baik karena mahasiswa berperan sebagai teladan di tengah-tengah masyarakat, dan penting sekali meyakinkan diri bahwa kita bisa karena kita agen perubahan,” tutupnya. (sri)

 

 

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara