
Manado, BeritaManado.com – Dalam upaya menjaga mutu pelayanan sehingga dapat terus menghadirkan layanan medis terbaik kepada masyarakat, jajaran Direksi RSUP Prof Dr R D Kandou Manado secara rutin melakukan telusur ke setiap bagian.
Kali ini, Jumat (15/9/2023), dipimpin langsung Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) RSUP Kandou Manado, Dr dr Ivonne Rotty MKes, dilakukan telusur ke bagian Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Tampak hadir dalam kegiatan telusur Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang, dr Yeheskiel Panjaitan SH MARS, Direktur Layanan Operasional, dr Wega Sukanto Sp BTKV, Direktur Perencanaan dan Keuangan, Dr Erwin Sondang Siagian SSTP MSi.
Sementara Dirut Ivonne Rotty mengatakan, langkah ini merupakan suatu keharusan bagi setiap pemimpin, untuk dapat turun ke bawah memantau situasi dan kondisi di lapangan.
Menurut Dirut Ivonne tujuan aksi ini sangat jelas, yakni untuk mengkaji sejauh mana pelayanan, fasilitas medis, dan sarana prasarana yang tersedia dalam menunjang kinerja pelayanan dan operasional RSUP Kandou bagi pasien dan masyarakat.
“Dengan demikian, kita dapat mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu mendapatkan perhatian dan perbaikan,” ungkapnya.
Melalui telusur yang dilakukan oleh jajaran direksi ini, kata dia, diharapkan mampu mendorong perbaikan, baik dalam hal layanan kepada pasien, maupun pengembangan sarana prasarana.
Dalam upaya ini, jadwal telusur telah dipersiapkan dengan baik oleh seluruh jajaran direksi dan manajemen rumah sakit yang sedianya akan rutin dilaksanakan.
“Sebagai upaya yang serius, setidaknya sekali seminggu, telusur akan dilakukan ke setiap bagian di RSUP Kandou, termasuk IGD,” pungkasnya.
Hal ini menunjukkan komitmen penuh jajaran Direksi RSUP Kandou untuk mengawasi setiap aspek pelayanan kesehatan.
Dirinya pun menambahkan, pentingnya kolaborasi dalam penyelenggaraan telusur ini tercermin dalam keterlibatan semua direktorat rumah sakit.
Hal ini memungkinkan setiap direktorat untuk memantau secara langsung hal-hal yang terjadi di lapangan sesuai dengan bidang tanggung jawab masing-masing.
Adapun hasil dari telusur ini akan menjadi bahan pertimbangan yang berharga untuk perbaikan dan pengembangan ke depannya.
Seperti saat ini, di mana salah satu indikator yang menjadi perhatian di IGD adalah waktu tunggu pasien.
“Saat ini, jika seorang pasien telah berada di IGD selama minimal 4 jam, harus sudah ada kepastian apakah pasien tersebut akan dirawat inap atau pulang,” katanya.
Hal ini menjadi salah satu poin kritis yang terus dipantau dalam rangka menghadirkan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
“Dengan telusur rutin oleh jajaran direksi, kami berharap dapat terus berkembang dan memberikan yang terbaik bagi pasien dan masyarakat,” tutupnya.
(jenlywenur)
