Berita Utama

Begini Nasib Proyek Pusat Data Nasional Rp2,9 Triliun Usai Diserang Ransomware

Begini Nasib Proyek Pusat Data Nasional Rp2,9 Triliun Usai Diserang Ransomware
Proyek Pusat Data Nasional (PDN) pertama di Indonesia yang dibangun di Cikarang, Jawa Barat, Selasa (6/2/2024). [Suara.com/Dicky Prastya]

Jabar, BeritaManado.com — Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akhirnya buka suara soal nasib proyek Pusat Data Nasional (PDN), usai PDN Sementara 2 Surabaya diserang ransomware.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kemenkominfo, Usman Kansong mengatakan, pembangunan PDN di Cikarang, Jawa Barat itu diperkirakan memakan anggaran senilai 164 Euro atau Rp 2,9 triliun.

Melansir Suara.com jaringan BeritaManado.com, walau mengalami serangan siber ransomware, menurut Usman, pembangunan PDN akan tetap berjalan.

Bahkan tambah dia, peresmian PDN pertama milik Pemerintah RI ini tetap akan dilakukan sesuai rencana, yakni pada 17 Agustus 2024.

“Tetap jalan, ini kan yang sudah kami lakukan sebelumnya. Mau ada kasus ini (serangan ransomware ke PDNS 2) kami kan tetap jalan. Itu kan rencana kami (17 Agustus 2024) diresmikan. Tetapi itu diresmikan fisiknya,” katanya saat ditemui di Kantor Kominfo, Jumat (26/7/2024).

Walau demikian, Usman mengakui bahwa PDN Cikarang tak akan langsung beroperasi meski sudah diresmikan 17 Agustus 2024.

Pasalnya, sistem pendukung operasional fasilitas tersebut masih akan disiapkan.

“Kemudian yang harus kami siapkan itu jeroannya, sistemnya. Dalamnya itu harus kita siapkan mudah-mudahan paling lambat awal tahun depan itu sudah bisa beres dan beroperasi. Jadi yang dimaksud Agustus itu (peresmian) fisik bangunannya,” imbuh dia.

Selain itu, dirinya juga turut bicara soal alasan Cikarang dipilih sebagai lokasi pembangunan PDN.

Menurutnya, wilayah tersebut cukup aman dari bencana alam seperti gempa hingga tsunami.

“Ini kan kami pilih tempat Cikarang kan bukan asal pilih. Tapi itu memang tempat yang aman, tidak ada gempa, tidak ada tsunami, pasokan listriknya itu bagus. Jadi kami mem-protect hal-hal yang sifatnya fisik. Sistemnya sudah dikerjakan. Sekarang dikerjakan juga, tetapi diharapkan bisa selesai paling lambat, bisa beroperasi awal tahun depan,” tandasnya.

Sebelumnya Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi, telah mengungkapkan soal perkembangan pembangunan PDN Cikarang.

“Belum, belum (siap),” ujarnya ketika ditemui di Gedung Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Kamis (25/7/2024).

Sementara sebelum PDN Cikarang dioperasikan, kata dia, hal yang masih perlu diperhatikan betul-betul di antaranya adalah soal keamanan.

“Harus rapi keamanannya,” ucapnya.

Pembangunan PDN Cikarang menelan biaya sebesar 164 juta Euro dengan 85 persen pembiayaan dari pemerintah Prancis, sedangkan sisanya adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) murni.

Pusat data tersebut nantinya memiliki prosesor 25.000 cores, lalu memorinya mencapai 200 TB.

Adapun penyimpanannya atau storage sebesar 40 PB, dan akan ditenagai oleh listrik secara mekanikal sebesar 20 MW.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara