Politik dan Pemerintahan

Banyak Pangkalan Mitan di Minsel Nakal?

Banyak Pangkalan Mitan di Minsel Nakal?
Anggota DPRD Minsel, Karel Lakoy mengaku banyak pangkalan minyak tanah di Minsel nakal. Bagaimana tindakan Bagian Administrasi Perekonomian Setdakab Minsel, yang di Kepalai Drs Corneles Mononimbar. (foto beritamanado)

Lakoy: Pemkab Harus Tegas

Amurang—Pangkalan minyak tanah di Minsel, dari 79 yang tersebar rata-rata nakal. Pasalnya, penjualan minyak tanah sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 3.300/liter. HET diatas, adalah subsidi pemerintah. Namun demikian, ternyata banyak yang menjual mitan diatas HET. Nyaris lagi, ada yang menjual Rp 4000 hingga Rp 5000/liter.

Anggota DPRD Minsel, Karel Lakoy langsung angkat suara soal pangkalan-pangkalan minyak tanah nakal. ‘’Dari 79 pangkalan di Minsel, rata-rata nakal. Bahkan, penjualan per liter diatas HET. Sayang, Pemkab Minsel melalui Bagian Administrasi Perekonomian Setdakab Minsel belum menindak dengan tegas pangkalan nakal tersebut,’’ ujar Lakoy, ketika berbincang dengan beritamanado, Rabu tadi di Topas.

Kata Lakoy lagi, saya bertanya-tanya kinerja Bagian Administrasi Perekonomian yang dikepalai Drs Corneles Mononimbar. Kalau ada kesalahan atas pangkalannya, maka saya tegaskan silahkan cabut izinnya.

‘’Harus ada ketegasan penuh. Sebab, bila tak lakukan pencabutan izin pangkalan. Maka, masih akan ada pangkalan yang menjual diatas HET. Bukan hanya itu lagi, ada banyak konsumen (warga, red) yang datang melapor soal pangkalan nakal dan menjual diatas HET. Dengan demikian, jangan pandang buluh soal siapa pemilik pangkalan tersebut,’’ sebutnya.

Diakuinya, pangkalan di Minsel. Ada milik pejabat, hanya saja dirinya tak etis menyebut siapa. Dan Bagian Administrasi Perekonomian tahu siapa itu. Jadi, saya sebut jangan pandang buluh siapa pemilik pangkalan.

‘’Apa lagi, pangkalan mitan dimaksud sangat jelas menjual diatas HET. Sudah salah, tetap menjual diatas HET. Dengan demiikian, Lakoy sebut segera lakukan operasi terhadap pangkalan minyak tanah. Ingat, penjualan minyak tanah masih tetap subsidi dari pemerintah. Lakoy juga menjelaskan, kalau BBM baru akan naik 1 April mendatang. Namun demikian, Bagian Administrasi Perekonomian harus tegas,’’ ucap Lakoy dari FPG ini.

Ditempat terpisah, Kabag Administrasi Perekonomian Setdakab Minsel, Drs Corneles Mononimbar membenarkan soal pangkalan nakal. ‘’Ya, itu benar sekali. Ada banyak pangkalan yang kami data nakal dan menjual diatas HET. Bahkan, pihaknya sudah berkali-kali menegur untuk menjual sesuai HET. Namun demikian, pekan depan akan turun dan kalau perlu langsung mencabut izin pangkalan. Memang juga, sudah banyak masuk laporan,’’ tukas Mononimbar sedikit keras. (and)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara