Berita Utama

Bangkitlah Indonesia Sekarang Juga, Jangan Tunggu Vaksin

Jadikan sebagai standar prosedur resmi untuk terapi penanganan corona di RS. Cukupkan ventilator dan dokter-dokter sudah lebih berpengalaman selama ini.

Jadi rakyat tenang harus sehat, boleh sakit tapi kalau sakit tidak akan mati (bisa sembuh).

Artinya sewaktu-waktu PSBB lagi tidak susah, anggap dinamika kehidupan jangan jadi beban.

ADVERTISEMENT

Ada pengertian umum agar kita lebih yakin untuk lebih berani: (rakyat maupun petugas)

Bangsa kita ini bangsa yang kuat menderita.
Bangsa kita ini bangsa yang kaya sinar matahari, corona takut sinar matahari.
Bangsa ini makan empon-empon, sejak lahir, corona tidak suka empon-empon.
Bangsa ini disuntik vaksin BCG ketika masih kecil.

Ada penelitian dimana negara yang melaksanakan imunisasi BCG sejak lama korban corona hanya 1/6 di banding dengan negara yang tidak pernah vaksinasi BCG.

Maka tidak ada alasan kita menunggu lebih lama lagi.

Kalau ekonomi menggeliat kita akan cepat hidup seperti dulu bahkan harus lebih baik dari dulu.

Bagaimana caranya Bangkit? Kita butuh revolusi berpikir:

  1. Pemerintah dan rakyat harus bersatu dalam satu komitmen bahwa kita harus memulihkan keadaan secepat kita bisa tanpa mengabaikan kesehatan.
  2. Pemerintah dalam membuat kebijakan ebaiknya tidak memperberat beban rakyat. Mereka sudah cukup menderita. Dan rakyat itu tulang punggung negara. Kalau rakyat lemah ketahanan nasional juga lemah. Saat ini sebagian dari mereka, tidak punya uang tidak punya kerja. Bahkan untuk keperluan makan. Sebagian dari mereka yang mampu membagikan makanannya untuk mereka yang tidak mampu. Political will pemerintah untuk melindungi rakyatnya langsung sangat penting untuk memperkuat kepercayaan rakyat kepada pemimpinnya.
  3. Kalau rakyat percaya penuh dengan pemerintah maka saya yakin untuk bangkit sekarangpun kita bisa, disana kita menang.
  4. Jangan takut. Hilangkan ketakutan, kecemasan yang tidak perlu terhadap corona. Apa yang ditakuti? Kita bisa melalui dalam beberapa bulan ini dengan sangat lumayan.

Angka-angka laporan Kemenkes tidak menunjukkan perburukan penularan. Hanya menunjukkan data kumulatif dari awal Maret 2020.

Yang jelas di dalam laporan harian itu yang berhasil disembuhkan semakin banyak dan yang meninggal lebih sedikit .

Kata WHO penularannya eksponensial tapi kalau kita lihat pada kasus pertama yang diumumkan presiden waktu itu (ada dua orang perempuan).

Setelah ditelusuri ODP-nya yang positif ketularan hanya dua org dari 80 orang.

Padahal kebersamaan mereka tanpa masker cukup lama di ruangan itu.

Artinya hanya 2 dari 80 orang tertular. Hitungan kasar penularannya hanya 2.5%.

Sekarang kita punya kira-kira 269 ribu ODP, (di laporan harian kemenkes) kalau itu diperiksa semua maka kita akan punya gambaran seperti apa penularannya.

Eling lan waspodo

Jadi tidak perlu takut tapi tetap “eling lan waspodo.”

Eling itu inget masih dalam masa pandemi, dan waspodo itu harus tetap mengikuti protokol PSBB yg dilonggarkan sesuai anjuran pemerintah.

Setelah kita yakin, eling lan waspodo, ayo kita bangkit untuk membangun kembali peradaban dengan menggerakkan kehidupan sosial dan roda ekonomi .

Kata Xi Jinping, corona adalah perang. Bill Gates juga mengatakan ini seperti perang dunia kedua.

Maka kita sekarang harus punya mindset perang -terhadap virus -terhadap ketakutan-terhadap keterpurukan -terhadap kebingungan.

Inget justru negara kita merdeka setelah perang dunia kedua

Maka dalam peperangan ini kita harus berani mengambil resiko untuk menang.

Ayo kita bangkit sekarang juga bangsa Indonesia, gerakkan warga dengan cara yang sehat dan aman, untuk gerakan pembangunan ekonomi rakyat yang mandiri.

Kita harus hidup yang lebih baik lagi.

Jakarta, 16 Mei 2020

Oleh: Dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K)
(Mantan Menteri Kesehatan)
Penjara Pondok Bambu