“Saya sempat merasa sedih dan iri melihat teman-teman yang bisa melanjutkan pendidikan, sedangkan saya harus langsung bekerja. Namun saya memilih untuk tidak menyerah pada keadaan. Saya menabung dari hasil kerja hingga akhirnya bisa membiayai kuliah sendiri sambil tetap bekerja,” tuturnya.
Baginya, setiap tantangan adalah proses yang harus dijalani dengan kesabaran dan kerja keras.
“Saat berada di titik terendah, saya selalu berpegang pada keyakinan bahwa usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Saya percaya setiap orang memiliki titik awal, proses, dan waktunya masing-masing. Kesadaran itulah yang membuat saya memilih untuk terus melangkah dan tidak menyerah,” katanya.
Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswi, Amelia juga bekerja sebagai barista paruh waktu sekaligus menjalani profesi freelance model.
Menurutnya, pekerjaan sebagai barista mengajarkan kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, serta pentingnya memberikan pelayanan terbaik kepada setiap pelanggan.
Untuk melepas penat, ia gemar berjalan-jalan di taman, menikmati alam, hingga menggambar sambil mendengarkan musik.

Ke depan, Amelia memiliki mimpi besar untuk bermain dalam film layar lebar dan menjadi brand ambassador sebuah merek ternama.
Ia berharap dapat membawa karakter yang menginspirasi sekaligus menjadi representasi nilai-nilai positif.
Tak hanya itu, Amelia juga menitipkan pesan kepada generasi muda agar tidak takut memulai dan tidak menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti bermimpi.
“Jangan takut untuk memulai dan jangan pernah merasa bahwa latar belakang atau kekurangan yang dimiliki menjadi penghalang untuk meraih impian. Terus belajar, berani mencoba, konsisten dalam berusaha, dan tetap menjadi diri sendiri,” pesannya.
Amelia berharap kelak dirinya dikenang sebagai sosok yang hangat, rendah hati, mandiri, dan pekerja keras, serta mampu menginspirasi orang lain untuk menemukan kembali rasa percaya diri mereka.
