Politik dan Pemerintahan

Bambang Widjojanto: Peran Psikologi Banyak Membantu KPK

Manado – Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto menyatakan kasus-kasus korupsi yang dapat terpecahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena banyak peran psikologi didalamnya. Hal itu disampaikannya pada Temu Ilmiah Nasional dan Kongres Psikologi Ke-XII 11-14 September 2014 di Hotel Aryaduta Manado.

“Apa hubungan dan sejauh mana peran psikologi (ilmu psikologi) dalam membantu (sikap) anti korupsi dalam konteks KPK? banyak, kalau saja psikologi diberi ruang yang besar dalam anti korupsi saya yakin korupsi dapat ditaklukan dengan mudah, dan tidak perlu menungu satu dekade lagi,” ujar Bambang Widjojanto usai menjadi nara sumber pada temu ilmiah tersebut.

Dia menjelaskan, didalam penindakan, KPK menggunakan interview psikologi, tidak seperti jaman dulu kaki diinjak. Psikologi menjadi bagian penting untuk mengungkap kebenaran itu, mebagi interview psikologi dari psikolog.

“Kami untuk menghadapi orang-orang yang punya sikap tertentu harus melakukan pendekatan psikologi,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya akan mengembangkan sistem integritas nasional, berdasarkan study yang diperoleh bahwa ternyata nilai jujur itu yang akan membentuk sikap integritas seseorang dan amanah dalam satu keluarga.

“Jadi konteks jujur di bapak, ibu dan anak itu berbeda, bagimana membangun budaya anti korupsi kalau kemudian konteks jujur saja tidak solid didalam keluarga. Dan ini lagi-lagi sumbangan ilmu psikologi terhadap kondisi yang terjadi yang sangat relevan,” tegasnya.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara