Bisnis dan Ekonomi

Aneh !!! Kementerian Perdagangan Bilang Tidak Ada Import, Tapi Kenapa Harga Cengkih Anjlok??

Komisi 2 DPRD Sulut ketika membawa aspirasi petani cengkih ke Kementerian Perdagangan
Komisi 2 DPRD Sulut ketika membawa aspirasi petani cengkih ke Kementerian Perdagangan

 

Jakarta – Informasi mencengangkan justru diterima Komisi 2 DPRD Sulut ketika membawa aspirasi asosiasi petani cengkih Sulawesi Utara kepada Kementerian Perdagangan, Rabu (5/10/2016) kemarin.

Menurut Sekretaris Komisi 2 DPRD Sulut, Rocky Wowor mengutip penjelasan Sekretaris Dirjen Kemendag bahwa import cengkih selama 3 tahun terakhir hanya sedikit, bahkan pada tahun 2014 pemerintah sama sekali tidak menerima import cengkih.

“Informasi dari kementerian import cengkih terbanyak pada 2011 yakni 14.502 ton, 2012: 7.129 ton, 2013: 308 ton, 2014: tidak impor, 2015 : 10,9 ton. Tapi berdasarkan data impor cengkih yang tidak utuh 3 tahun terakhir tidak ada import,” jelas Rocky Wowor kepada BeritaManado.com, Kamis (6/10/2016).

Sehingga lanjut Wowor, Kementerian berpendapat bahwa import cengkih bukan satu-satunya faktor harga cengkih anjlok.

“Karena menurut mereka import terbanyak pada 2011 mencapai 14.502 ton, justru ketika itu harga cengkih tertinggi di Indonesia. Sekretaris Dirjen mengatakan, sudah mencatat apa yg disampaikan dan akan disampaikan ke Menteri dan akan koordinasi dengan Kemenko. Dia memang mengatakan belum bisa memberikan solusi yang tepat tapi dia suda merespon, dia sampaikan mungkin skema atau formula yang diterapkan pada bahan horticultural dan bahan pangan bisa di terapkan ke cengkih, dengan mengadopsi harga acuan minimum di tingkat petani yang pasti diatas BEP,” tukas Wowor.

Sebelumnya diberitakan, harga cengkih yang sempat menukik hingga hampir menyentuh Rp80.000 per kilogram menggerakkan langkah pemerintah provinsi dan DPRD Sulut untuk memperjuangkan harga cengkih naik hingga ke pemerintah pusat.

Sekretaris Komisi 2 DPRD Sulut, Rocky Wowor mengatakan, pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan merespon keluhan petani dan akan mencari solusi secepatnya. Hal tersebut terungkap pada pertemuan dengan pejabat Kementerian Perdagangan RI, Rabu (5/10/2016) pagi.

“Rabu tadi sekitar jam 10 pagi, bersama pejabat dinas perkebunan, perindustrian dan perdagangan kami dari Komisi 2 menyampaikan aspirasi petani cengkih Sulawesi Utara yang diterima Sekretaris Dirjen Kementerian Perdagangan. Tindak-lanjut dari aspirasi itu akan diputuskan dalam waktu tidak terlalu lama,” jelas Rocky Wowor kepada BeritaManado.com, Rabu (5/10/2016) malam.

Lanjut anggota F-PDIP dapil Bolmong Raya ini, pemerintah dan DPRD akan terus berupaya agar kedepan harga cengkih kering tidak dibawah Rp.100.000 per kilogram.

“Karena 92 persen rokok yang beredar di Indonesia adalah rokok kretek yang menggunakan cengkih sebagai bahan baku maka seharusnya pabrik rokok mengutamakan membeli cengkih petani lokal tentu pemerintah pusat harus menghentikan import cengkih dari negara lain. Pemerintah pusat campur tangan agar cengkih menjadi komoditas strategis, supaya pemerintah bisa menetapkan acuan harga dasar,” terang Wowor. (jerrypalohoon)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara