Kota Manado

Minimarket Menjamur, Aliansi Makapetor Serukan Ancaman

aliansi-makapetorManado – Menjamurnya warung-warung moderen di Kota Manado, dinilai telah mengancam perekonomian masyarakat menengah kebawah seperti warung-warung tradisional.

Terkait hal itulah yang kemudian Aliansi Makapetor yang merupakan gabungan ormas akan mengambil sikap untuk mendesak pemerintah kota dan lembaga DPRD Kota Manado segera mengambil sikap pro terhadap warung tradisional yang satu persatu mulai gulung tikar.

“Sudah banyak keluhan masyarakat terhadap hadirnya indomaret dan alfamart di Kota Manado. Warga merasa khawatir terhadap usaha warung mereka akan mati, karenanya kami menolak hadirnya indomaret dan alfamart,” ujar Ketua Aliansi Makapetor, Joise Tumangken.

Menurut Tumangken, dengan mudahnya penerbitan ijin usaha yang diterbitkan pemerintah kota manjadi salah satu alasan menjamurnya minimarket tersebut.

“Kami tidak melarang dikeluarkannya ijin bagi mereka. Tapi dengan banyaknya alfamart dan indomart, keberadaan mereka sudah masuk hingga ke pemukiman warga. Jarak mereka sangat berdekatan dengan warung milik warga. Jadi menurut kami, perlu ada pembatasan ijin khusus minimarket,” tambahnya.

Selain itu, perekrutan tenaga kerja menjadi bagian dari sorotan Aliansi Makapetor. Dimana mereka berpendapat, warung moderen tersebut menyepelehkan penduduk asli yang bermukim disekitar berdirinya Alfamart dan Indomart dengan mempekerjakan karyawan dari luar Manado.

Dengan alasan itulah, Aliansi Makapetor mengancam akan menggelar aksi damai dengan menduduki kantor pemerintah kota dan lembaga dewan kota Manado. (leriandokambey)

3 tanggapan untuk “Minimarket Menjamur, Aliansi Makapetor Serukan Ancaman”

  1. Jangan pilih Calon Walikota yang telah kase izin menjamurnya Indomart , Alfamart di Manado , karna beking mati usaha kecil milik rakyat pribumi . Seharusnya Indomart dan Alfamart cuma bole buka toko per kecamatan cuma 1( satu ) toko di Manado . DPRD Manado musti keluarkan PERDA yang membatasi menjamurnya minimarket modern

  2. Sangat setuju dengan gagasan Makapetor yang me wanti wanti dampak negatif meluasnya jaringan MiniMarket modern sampai ke Pusat kecamatan bahkan desa. Pemerintah perlu meminta Kampus melakukan kajian bukan saja terhadap besarnya Financial and Economic Cost and Benefoit, tetapi juga terhadap Social Cost and Benefit dengan menjamurnya jaringan MiniMarket seperti Indomart, Freshmart, K-Mart yang menurut pandangan saya dari sudut ekonomi dan sosial, sudah ‘merampas’ peluang pengusaha local kecil untuk meraup manfaat dari keterbukaan pasar. Perlu dilakukan pembatasan jaringan tersebut.

    Tetapi dilain pihak, Pemerintah harus melakukan pemberdayaan kepada “pewarung kecil” agar supaya bagaimana menata “warungwarung” pengusaha kecil secara “modern” yang menarik konsumen untu berbelanja di warungnya. Kalau perlu, Pemerintah memberikan “subsidized credit scheme” kepada “pewarung” kecil untuk menata ruang/tempat jualannya, disamping pelatihan SDM agar supaya dapat menekuni, menata mengelola usahanya supaya kompetitip. Terima kasih. Prof Lucky Sondakh, Ir.” M.Ec; Ph.d (in Agricultural Economics), Mantan Rektor Unsrat, sekarang bermukim di Jakarta dan Juga Kanonang, Desaku yang kucintai. Syalom.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara