BITUNG—Terkait belum selesainya sejumlah realisasi proyek fisik DAK 2011 yang ditangani sejumlah SKPD Kota Bitung membuat sejumlah kontraktor mulai ketar-ketir. Buktinya menurut informasi, ada sejumlah kontraktor yang mendatangi kantor Inspektorat untuk meminta perlindungan atau suaka. Dengan harapan agar proyek yang dikerjakannya tidak diperiksa karena belum selesai dan membuat laporan telah selesai 100 persen.
“Dalam beberap hari ini ada sejumlah kontraktor yang silih berganti mendatangi Kepala Inspektorat Kota Bitung meminta suaka karena proyek yang mereka kerjakan belum selesai dan telah lewat batas waktu pengerjaan,” kata salah satu sumber resmi di Inspektorat Kota Bitung yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Bahkan menurutnya, ada juga kontraktor yang meminta perlindungan dari Walikota Bitung, Hanny Sondakh karena pekerjaanya belum selesai. Dimana para kontraktor “bermasalah” ini dikabarkan menemui walikota dengan harapan proyek yang mereka kerjakan dilewatkan oleh tim pemeriksa dari Inspektorat.
“Ada yang datang mengaku sudah mendapat petunjuk dari walikota dan datang menginformasikan ke Inspektirat agar proyek mereka tidak diperiksa sesuai dengan perintah walikota,” katanya.
Sementara itu, informasi permintaan suaka terhadap Kepala Inspektorat tidak dibantah Tonny Katuuk. Dimana menurutnya memang ada sejumlah kontraktor yang telah menemui dirinya secara langsung dengan tujuan meminta perlindungan.
“Kita tetap akan melakukan pemeriksaan sesuai dengan data proyek DAK 2011 yang ditangani sejumlah SKPD tanpa terpengaruh dengan permintaan suaka para kontraktor tersebut,” kata Katuuk, Selasa (20/12) dalam hearing evaluasi DAK 2011 Dikpora Kota Bitung.
Katuuk sendiri mengaku, timnya akan tetap melakukan pemeriksaan tanpa pandang bulu dan akan tetap melakukan pemeriksaan dilapangan realisasi proyek fisik. Entah itu miliki pejabat menurut Katuuk, jika didapati belum selesai maka pihaknya akan tetap memeriksa dan melaporkan ke Walikota.(en)
