TONDANO – Sebanyak sepuluh kandidat bakal calon (balon) akhirnya secara resmi mendaftar untuk mengikuti pemilihan Rektor Universitas Negeri Manado (Unima) yang akan dilangsungkan pada tahun 2012 mendatang.
Kepada sejumlah wartawan, Sekretaris Panitia Penjaringan Calon Rektor Unima Drs Adensi Timomor SH MH mengatakan bahwa setelah tahapan pendaftaran ini selesai, akan dilanjutkan ke tahapan berikutnya. “Sampai dengan hari ini Rabu 23 November 2011 pukul 13.30 Wita, sebanyak sepuluh bakal calon Rektor Unima telah resmi mendaftar ke panitia penjaringan calon Rektor Unima. Ada dua tahapan yang berjalan sekaligus yakni pendaftaran dan seleksi administratif. Setelah ini selesai, baru ke tahap selanjutnya adalah penetapan calon Rektor Unima. Dan hari ini merupakan batas akhir dari pendaftarannya,” ungkapnya. (kesepuluh calon Rektor Unima liat daftar di bawah).
Sementara itu, incumbent Rektor Unima Prof Dr Ph EA Tuerah MSi DEA seusai mengisi formulir pendaftaran mengatakan, dirinya maju karena ada dorongan dari anggota senat. Dikatakannya, hampir seluruh anggota senat telah menyatakan akan mendukungnya dan menandatangani surat pernyataan agar dirinya maju untuk yang kedua kalinya. “Saya mendaftar dalam penjaringan bakal calon rektor karena dorongan dari hampir semua anggota senat. Selain itu, saya juga ingin terus melanjutkan program-program, terutama program pembangunan yang sedang berjalan saat ini,” ujarnya.
Terkait calon saingannya, seperti Dekan Fakultas Teknik Prof Dr Paula Runtuwene MSi DEA, Tuerah mengatakan, Runtuwene memang memiliki kapasitas dan kemampuan untuk bersaing dalam pemilihan Rektor Unima. “Paula adalah tokoh yang bisa melaksanakan tugas secara baik seperti pada posisi Dekan Fakultas Teknik yang dijabatnya saat ini. Saya tidak melihat calon lain sebagai lawan untuk dimusuhi, melainkan sebagai tokoh-tokoh Unima yang juga memiliki komitmen untuk ikut membangun Unima,” pungkasnya. (iker)
10 Bakal Calon Rektor Unima:
Prof Dr B Limbong Tampang MSi
Prof Dr H Taunaumang MSc
Prof Dr Orbanus Naharia
Prof Dr AG Senduk MPd
Prof Dr Ph EA Tuerah MSi DEA
Prof Dr Mj Wantah MPd
Prof Dr Paula Runtuwene MSi DEA
Dr Marnex W Berhimpong MKes
Dr Raymond Rumampuk MSi
Dr Natanael Fredrik Kaunang MPd

Tabea UNIMA yang kucintai ***** ku kan selalu menghargaimu seumur hidupku***** semua bhaktiMU terukir dalam hatiku sebagai tuguh terimakasih ku untuk pengabdianMU makase banya2 buat semua dosen2 di UNIMA saya hargai Almamater ku sepanjang umur hidupku.***** DAMAI DI BUMI 2012***** DAN SELAMANYA.Tuhan kuatkan dosen2 di UNIMA,serta Rector untuk menjalankan tugas mereka setiap hari.Saya berdoa dari jauh, Tuhan tolong campur tangan dalam pemilihan Rector di UNIMA agar yang terpilih adalah pilihanMU amin.Bae2 ne UNIMA buktikan bahwa *****UNIMA MEMILIKI SERTA MENGHARGAI MORALITAS YANG TINGGI DAN KUAT MEMPERTAHANKAN MUTU PENDIDIKAN YANG TINGGI.Bae2 ne UNIMA itu POLITIC beking lemah itu cara berpikir rakyat yang pintar2.Jangan lupa tu contoh Presiden SOEHARTO diturunkan oleh siapa dan mengapa……..? silahkan jawab sandirijo.Kalu Rector pe masa jabatan bagus, dan jujur,dan ada kemajuan kiapa mo ganti.Maaf ne ini cuma comment.Kita percaya orang Manado yang berpendidikan suka baku tongka.***** Tu baku cungkel model dulu kwak itu.*****Jadi for UNIMA yang tercinta baku tongka neh***** I LOVE YOU ALL.GOD BLESS US.
@Aristoteles….kiapa kita mo mangiri pa dosen tua?
Kita nintau sapa dia, kalo kwa so setunjung identitas trus dp prestasi ada banyak…boleh jo kita mo mangiri..
kalo kwa ngana bilang mangiri pa Rektor ato Prof. Kumaat ato sapa kang…mmmm…Prof. Lucky itu maso akal karena dorang jelas2 so ada prestasi..mar kalo dosen tua…mmmm…
@Aristoteles, betul ato nyanda mar musti dengan sopan santun doe…dosen kong model bagini bagimana eh….
Ngana le kwa Dosen Unsrat stow mar suka tu baku2 hina kang…main cantik kwa…mner ato enci…jang beking malo pa Unsrat..
dengan ngana mo setunjung jago dengan cara bagini cuma beking malo keseluruhan Unsrat….publik pe kira dosen2 di Unsrat mulu caparuni dengan baku2 hina..
Torang le tau Prof. Lucky pe orang, depe kekurangan dengan kelebihan mar nda sepantasnya mo diuber2…begitu juga dengan Rektor skarang ada kelebihan ada juga kekurangan…
sebagai Dosen2 yang bermartabat…se tunjung kwa di Forum publik bagini tu kalakuan bagus … jang beking malo almamater
VIVA UNSRAT
Kalo ngana socrates mangiri stow pa dosen tua, so itu ngana nda senang pa dia.. Hahahaha….. Dosen tua ada bilang betul samua itu, sama dengan jenderal ada bilang laen kwa kalo so putar carita kong badusta boleh jo, maar ini dia ada bilang memang fakta…… oi toh!!!
@ Socrates.
I guess so !! What’s in the world !! Hope all goes well.
Kaaaa….looooo …kiiitttaaaaaaa….berharaaaapppppp …………………………………………………….UNSRATTTTTTT….
Dipimpinnnnnn olehhhhh oranggggg yanggg tepaatttttttttt……….hhumffhhhhh.
Sayanggggg….kitaaaaa sooooppeeeensioooonnnnnn…….
kitaaaaa peeee pilihaaannnnnnnn paaaaaaaa……………………………………………………….
Tentang Unima, mar diskusi tentang Unsrat yang rame ….
Prof. Lucky dan Dosen tua mereka berdua adalah dua PERMATA Unsrat
yang telah banyak memberikan kontribusi/pengabdian/kepemimpinan yang
tak ternilai untuk Unsrat.
Dua saudara kakak beradik/kembar sering terjadi argumentasi yang terka
dang cukup keras tetapi sebenarnya mereka care/love each other
Itulah yang saya lihat diantara mereka berdua.
Begitu juga untuk komentator2 Yth. sebaiknya torang berdiri ditengah tengah
kedua PERMATA ini. Toh torang samua menginginkan kemajuan Unsrat.
My best regards to Prof Lucky, Dosen tua, Adano, dan semua komentator.
Gbu.
Boleh tambah comment Prof Sondakh yg terakhir?
Kawilarang meninggalkan pangkat dan kedudukannya hanya untuk bumi nyiur melambai tercinta, mari bersama membangun daerah.
Saya kira kurang bijak dan akademis jika ada perdebatan antara “Guru Besar” dalam forum terbuka seperti ini, lebih baik selesaikan melalui mekanisme yg ada di kampus. Mari kita lakukan peningkatan pendidikan sesuai dengan kemampuan yg telah diberikan oleh Tuhan. Buat “dosen tua” dan Prof Sondakh
Sorry para pembaca semua, saya nda suka komen mengarah ke personalita seseorang but not this time..
Pembicara Public! this is for you:
Sebetulnya saya sudah skip komen anda tentang ‘otak kosong nda ada apa2nya’ yang ternyata di tujukan buat saya dan barol….
Well,
Apa salah nya komen saya tentang carut-marut nya unsrat di forum2 disini dan ranking unsrat (WR 5570) yang di bawah UniGo (WR 5081) Reff. Link http://www.webometrics.info/
Mudahan2 anda bukan alumni Unsrat.
1x lagi kalau saya lihat kwalitas tulisan anda, otak anda sebetulnya tidak kosong tapi ‘frozen’ dan kalau pakai istilah gurauan di devisi saya G turbine and jet propulsion anda itu sedang ‘humming’ **
Salute, untuk FJW, Prof LS and the fairest one Fairly :) yang lebih cool..
Saya bukan alumni unsrat tapi saya care karena unsrat harus jadi pusat tecnology buat kemajuan Sulut. Saya terkesan sinis memang dan gregetan kalau lihat tecno nya Sulut yang kurang berperan.
Kalau saya bilang rank unsrat di bawah atau tidur itu kenyataan yang terlihat dari Eropa sini.
Keep cool
Syalom, and have a blessed Sunday
Dari ketinggian Rhone-Alpes France,
Adano
………………………………………………………….
Dont be worried PP…heat it up..
I guarantee it won’t be frozen anymore.
** ‘a thermo-acoustic combustion instability’
@Dosen Tua
Dapalia ngana ini dendam pribadi pa Prof. Lucky kang, dari slalu ngana mo serang pa Prof.
Dosen Tua, kalau anda ini seorang dosen apalagi Guru Besar, tindakan anda ini tidak patut dicontoh oleh kalangan muda.
Seorang dosen atau guru besar harusnya bijaksana tidak seperti anda…..
sudah jo kwa torang dosen2 baru…masih perlu bimbingan.
ada le kote dosen tua, ngana bicara2 orang pe busu mar abis itu ngana ja tutu bawa nama Tuhan….
Semakin hari Unsrat semaki terombang-ambing…
tapi harapan itu masih ada, Impian kami melihat Unsrat ke arah yang lebih baik.
Terbukti di forum ini, Unsrat telah ada bibit perpecahan, kalau pimpinan tidak turun tangan dengan pendekatan yang manusiawi… Unsrat akan lebih hancur
VIVA UNSRAT
Orang bisa saja mengklaim diri pribadi punya nilai intelectual integrity yg jauh melebihi orang lain. Tapi pada akhirnya kan yang menilai adalah orang lain.
Menyamakan diri dengan Socrates or Martin Luther justru bisa beking orang lain tatawa akang, sebab kalo benar yg disebutkan maka institusi yg pernah dipimpin pasti akan jauh lebih baik dibandingkan dengan keadaan sekarang ini. Karena, kalo Socrates or Martin Luther mampu mempengaruhi seseorang, kenapa org tersebut justru tidak memberikan pengaruh (yg baik) itu kepada orang lain?
Oh satu lagi buat pak Dosen Tua….memang latar belakang kita berbeda dan karenanya “value judgmnets” kita berbeda juga…..saya sangat dipengaruhi oleh “intlectrual integrity”…Socrates, Copernicus, Marre Currie…adalah tokoh tokoh ilmuwan…yang tidak mengejar kehormatan dan pujian…mereka justru siap menderita untuk kebenaran ilmiah yang mereka jakini…Socrates “rela” minum racun” dihadapan “sang penguasa”, Martin Luther dikejar kejar oleh Penguasa Institusi Gereja waktu itu, Sam Ratulangi rela dibuang ke Papua untuk kebenaran perjuangan yang dijakini….saya juga “siap” dan “rela” tidak dihormati oleh anda ataupun oleh “penguasa kampus” sekarang untuk sebuah ‘kebenaran’ yang saya jakini….dan…saya menikmati “kehampaan penghormatan anda semua” setelah saya tidak menjabat Rektor lagi, karena saya sangat menghormati perbedaan pandangan kita ….dan jabatn itu kan bukan segala2nya…jabatan itu panggilan…penugasan yang Maha Kuasa…Our Lord, The creator and The Making of History…..Okj Prof “Dosen Tua…eso torang kaseh trus bacirita …di lapangan golf, minum bir…kong pigi minum saguer dengan rakyat petani di Kanonang…..oke?…
Terima kasih Fairly…I do comments….berb ahagoialah orang yang mendamaikan orang karena mereka akan disebut anak anak Tuhan…bagiti toch “alkitab ‘ ada bilang……beda pendapat biasa…dan membatasi jangan samapi masuk ke hal jal probadi….I am not attacking person…I am attacking issue…saya tidak menpermasaalahkan oknum atau pribadi siapapun. termasuk oknum “dosen tua’ atau siapa…..saya focus pada memperhatikan ‘permasaalahan”…pada “issue’…terutama pada “public issue’…bukan “private issue”…..thanks everybody….tidak ada gading yang tidak retak…termasuk kita pe gading tentu banyak retaknya….toch…mangaku supaya enteng….lagian bahasa manado…udang deng ketang sama…kalu bakar dua dua merah…..jadi…yah bagitu no…masing masing ada tiap tiapnya…tiap tiap ada masing masingnya….kita ada kelebihan tetapi banyak kekurangannya toch….yah namanya ‘manusia’ bukan ‘malaekat’……
Saya mengundang kita semua saling mengasihi, memaafkan, dan mengampuni. usul, bagaimana kalau selanjutnya yang kita berikan adalah yang membangun saja. Dosen tua dan Prof. Lucky baku maaf jo, apapun yang mendasari perbedaan pendapat bapak berdua. Sealanjutnya, karena masing2 kita tidak dapat mengubah orang lain Makassar marilah kita masing2 mengintrospeksi diri kita kemudian memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara melalui jabatan, tempat kerja, dan orang2 yang Tuhan ijinkan kita miliki/berada/temui.
Baku2 bae jo. Siapapun yang akan menjadi Rektor Unsrat atau Unima, sebagai orang percaya, kita semua yakin tentunya bahwa itu atas kehendakNya. Kalau orang tersebut memperoleh jabatan tersebut dengan cara yang tidak baik maka nanti dia pe urusan jo dengan Tuhan.
Somo natal, hari minggu lei, baku2 damai jo ne. Firman Tuhan bilang, jangan kamu menghakimi ………. dst.
Amin
Tuhan Yesus memberkati Prof. Lucky Sondakh Dan keluarga besarnya, termasuk untuk Angie. Tuhan Yesus memberkati Dosen Tua dan keluarga besarnya. Tuhan Yesus memberkati kita semua.
Takut salah paham…Komentar saya yg sbelumnya untuk adano dan barol. Terima kasih
100 persen betul itu, Bian Tjia….. selamat hari minggu Tuhan memberkati torang samua…..
@Prof Lucky ada statuta atau tidak masalah yang penting tidak melanggar aturan, karena kalo melanggar pasti pemilihan ulang maar tetap katuuk biar mo pemilihan berapa ribu kali, sama deng pmilihan pertama kalo Diatas so tetapkan dia tetap dia sapa tuh mo goyang….
Cuma heran, kalo Prof Lucky selalu tulis ingin diganjal guru besarnya. Diganjal atau yang benar tidak memenuhi syarat lagi?? Stop saja fitnahnya Luck sama halnya dgan yg ditulis oleh ‘fairly’, supaya nda tambah dosa lei…. sekian
.
…INI TOPIK UNIMA…MAR TUH ORANG UNSRAT SO RAME DISINI…HAHHA.
..
…BAGUS KATU NOH…CUMA JANG KATU JA SIKAT DI URUSAN PRIBADI…
…
….HAMPIR SEMUA MUNGKIN KENAL PROF LUCKY …APALAGI PROF LUCKY TERANG-TERANGAN PAKAI NAMA ASLI DI SINI…
…
….COBA KALO KITA PAKAI NAMA ASLI SEPERTI PROF LUCKY ?!!
…..TRUS KALO PROF KENAL KITA ..IYA SO PASTI BAKU BUKA KARTU..!! ….
……………….IYO TOH…!!! HAHAHAH :) :)
.
…INI TOPIK UNIMA…MAR TUH ORANG UNSRAT SO RAME DISINI…HAHHA.
..
…BAGUS KATU NOH…CUMA JANG KATU JA SIKAT DI URUSAN PRIBADI…
…
….HAMPIR SEMUA MUNGKIN KENAL PROF LUCKY …APALAGI PROF LUCKY TERANG-TERANGAN PAKAI NAMA ASLI DI SINI…
…
….COBA KALO KITA PAKAI NAMA ASLI SEPERTI PROF LUCKY ?!!
…..TRUS KALO PROF KENAL KITA ..IYA SO PASTI BAKU BUKA KARTU..!! ….
……………….IYO TOH…!!! HAHAHAH
Lebe muak dgn malu lia ngoni p komentar dua disini. Orang dua yang sok tau dan sinister, antara kosong otak dgn nda dapa apa2… Patut dikasihani memang…. Hahahaha……
Prof Lucky so post power, kurang ja buka2 internet…nda hambak dorang bilang. Kalu dulu tu doi kurang ja taruh di mesin cuci, skarang sedang mesin cuci so nda ada……prof lucky sering maso gereja jo kong beramal. Yey pe komentar cuma mo beking your reputation going deep to the dark valley. Nobody will listen to you. Everybody will mocking…so repent prof before its too late.
Dosen Tua…yah…anda mengkritisisi saya dari sisi keluarga, yah sorry…ini kwak debat publik lalu anda beralih ke masaalah keluarga…itu privacy saya yang anda masuki…urusan di darat kiapa bawa ke laut?…tapi biarlah…keadaan keluarga saya memang tidak sebaik keluarga anda…tapi walaupun demikian…saya menjalaninya dengan “enjoy” dengan “ora Et Labora”…Saya doakan keluarga keluarga anda tidak mengalami salib seperti yang saya jalani….GOd B;less U all.JCBU.
Haloo Dosen Tua…No Need to Comments on Statements without Fact…..Komentar Dosen Tua lebeh bae No Comment jo karena..”somo debat kusir” dan .cendrung provokatif ..dan “ada unsur “character assasination” dari anda ya?…saya mau ngecheck ke “pengacara saya” apakah jangan sampai komentar anda mengandung unsur “character assasination”..waktu saya menjabat Rektor walaupun seharusnya berhenti 5 desember 2007…tetapi toch diperpanjang melalui Kep menteri sampai 14 July 2008, walaupun ada unsur menjegal perpanjangan dinas saya selaku gurubesar baru baru ini…tetapi toch masih diperpanjang Dirjen Dikti dan Mendiknas…Dosen Tua…yang anda sampaikan kepada saya sudah “clear” melalui jalur hukum..(kejati, kejagung).kok diangkat2..Kalau tidak ‘clear” tidak mungkin masa dinas saya diperpanjang kan?…kalau kritikan saya terhadap “statuta” yang saya lihat mengebiri dan memasung hak hak politik para Gurubesar itu keliru, mengapa sampai sekarang persetujuan Statuta itu belum terbit? Kalau memang terbit yah “kita semua harus patuh” ndak ada masaalah kok…anda semua sebetulnya “takud” karena kalau “statuta” tidak yang sesperti anda anda usulkan (dengan voting terbuka lagi, jadi katuik seluruh pejabat musti kaseh tunjung Rektor dorang mendukung Rektor, kalau tidak …bisa “picah piring”” katuk..
.Apakah juga saya salah mengkritisisi keadaan dimana hampir 100 % lulusan Programme S2 Hukum itu “Cum Laude” salah?….Ayo dosen Tua…mari berdebat secara “fair” kalau perlu dihadapan “senat” …..jangan jangan barangkali anda sudah kehabisan peluru untuk berdebat secara “fair” lalu ada gejala mulai masuk ke “character assasination”….
Mari kwak berdebat secara “ksatria”, jangan pakai nama samaran…walaupun saya tau siapa anda….”anda adalah seorang Gurubesar yang mengkritisisi saya karena anda masih punya kepentingan/interest dengan sang penguasa skarang…jadi yah…saya maklumi..kalau anda tidak mengkritisisi saya…bisa bisa “piring dengan makanan empuk” dimeja anda bisa “pecah bukan”….saya mengkritisisi anda semua..tanpa “political interest”..semata mata untuk “idealisme”….kita mo cari apalagi so”….so Tua Torang sayang…dari segi umur so nyanda boleh pegang jabatan….memang kita somo pensiun tapi kita pe idealisme…atas angurah Tuhan…masih tetapi hidup….Syalaom. Salam ke Pak Rektor “Dosen Tua” ya….From Lucky Sondakh with Love, Love for The Truth and Nothing..but the Truth. Happy Sunday.
Catatan: Maaf teman teman ya (Adano, barol Unsrat, pembicara publik, Ferdinand, pengamat, dodol garut, biongo dll)….saya sebetulnya enggan merespons komentarnya Dosen Tua….tapi karena sudah ada gejala mengandung unsur “character assasination” yah…saya harus resp[ons. Its a matter of “honor and integrity”….Cuma yah…maafkan jo pa Dosen Tua…klu kita kan so ndak ada kepentingan…sapa jo tu Tuhan Pilih jadi Rektor ;;dia jo katuk no…mungkin Rumokoy…atau Kumaat atau Masengi ..atau Prof Solangs stou, yah okay jo toch…awak ini apalah…torang ini kasiang apa so…Unsrat akan jalan terus ytanpa torang kwak…..thanks.
Selamat hari minggu. Yth. Komentator(2). Bila komentarharian kita ingin dihargai saya pikir harus kita sajikan dengan data pendukung yang akurat. Sebaiknya kita hindari komentar2 yang hanya menunjukkan ekspresi emosional yang irrasional. Bukankah kita telah berbohong (tanpa kita sadari) atau bahkan menyebar fitnah bila ternyata komentar2 yang kita sampaikan ternyata “illusi” atau “halusinasi” kaum intelektual belaka.
Komentar boleh2 saja asal jangan jadi berbuah “dosa” bagi kita sendiri.
Tuhan Yesus memberkati.
Unsrat acak-kadut,
Nda heran beberapa institusi International menempatkan Universitas Gorontalo (dari provinsi baru) lebih-lebih baik dalam peringkat.
Lihat saja omongan senior2nya disini..shame on you
so muak dgn yg skarang……so musti baru!!!!!titik….Viva Unsrat n Unima
@Pengamat, kalo ngana orang unsrat, apalagi kalo voter pasti ngana so tau depe jawaban. Nda percaya, waktu yang akan menjawab.
Kalo ngana suka bacalon, nda ada yang mo larang malah bagus noh beking rame. Bacalon nanti dukung, biar qt bukang pemilih maar jang beking malo dodoe, kage suara tiang bendera ini :D
Di dunia ini, semua institusi pendidikan dari yang terkecil sampai yang ter
besar masing masing mempunyai permasalahan.
Tidak ada yang belum pernah melakukan kesalahan, maupun belum per
nah kecewa. Yang ahirnya tertuang dalam komentar (informasi, pernyataan,
observasi) masing masing yang mengarah ke argumentasi.
Over all kita akan menyadari ini semua demi untuk kemajuan bersama.
Kita menginginkan semua PT ( UNSRAT, UNIMA.dll) lebih maju.
Masalah intern diketahui pihak luar itu biasa biasa saja, kita menganut
kebebasan berbicara. Dalam pemilihan pemimpin negara pun ada debat
di depan public dan berbagai media.
Semua kekecewaan, persaingan, kesalah pahaman akan mudah kita lupa
kan mengingat torang samua bersudara.
Viva UNSRAT, Viva UNIMA
Selamat belajar dan mengajar.
I love you all.
@Dosen Tua, kalo mo jujur, apa kandidat laeng di Unsrat tidak pantas mencalonkan diri? dan sekali lagi kejujuran dari anda, apa tidak ada tekanan untuk memilihi statuta?
Salam
@Pak/Brur dosen tua, tanpa membaca komentar saudara yg panjang torang samua so tau pak Lucky model bagemana. Tanggapi seperlunya, soalnya kalo tanggapi serius, cuma mo maso lubang telinga sebelah kiri kaluar sebelah kanan.
Orang dalam unsrat dorang cuma mo bilang bodoh amat yg penting aman2 deng lancar2 torang. Kalo orang luar yg nentau apa2 dorang kira bisae samua, maar kalo dorang pandei, suatu saat dorang pasti bakalan tahu samua…..
…ITU BARU NAMA PRO LUCKY ANAK GAUL…HAHHAA…NYANDA GAPTEK GITU LHO !…HAHAH :)
…
…..
Selamat voor para kanidat. Untuk pak Sondakh, jangan lupa akal2an Anda waktu memperjuangkan pengalihan status Unsrat menjadi BHMN/BHP supaya Anda bisa memperpanjang masa jabatan. Sampai2 di Makassar minta ke Pak Bambang S, Mendiknas, agar bisa disetujui perpanjangan jabatan rektor Anda sambil menunggu resminya pengalihan statuta Unsrat yang menguntungkan Anda. Sayangnya tak disetujui Pak Bambang ya.
Kalau Anda berprinsip demokrasi, harap Anda menghormati hasil voting Guru Besar sewaktu penentuan pengalihan statuta Unsrat yang lalu. Hormati pendapat para Guru besar yang sadar bahwa ketika mereka memilih untuk memilih perubahan tersebut, KARENA AMANAT UNDANG2, sebagian Guru besar menyadari konsekuensinya bahwa mereka memiliki peluang untuk terpilih atau tidak terpilih sebagai wakil Guru besar. Pertanyaan saya, apakah waktu Anda menjadi Rektor pada periode sebelumnya adalah karena kecurangan atau FairPlay?
Bagaimana dengan akuntabilitas keuangan Anda? Lihat saja berapa besar TGR Anda dan dosen2 serta peg Unsrat yang ada akibat amburadulnya manajemen Anda!
Komentator yth, Pak Sondakh sangat butuh perhatian dan pujian yang besar sehingga beliau akan selalu mencari orang2 yang dapat memenuhi keinginannya tersebut sekalipun hanya bersifat semu.
Sayangnya Pak Donald Rumokoy tidak bisa dibuat semaunya. Itulah sebabnya beliau menjadi semakin dangkal dalam memberi komentar apalagi analisis.
Pak Lucky, teruslah berkomentar, karena orang ang banyak mengemukakan pendapat atas dasar yang tidak rasional memiliki peluang yang lebih besar untuk membuat kesalahan.
Kalau saya tahu Pak Lucky sangat lama sehingga tahu persis sepak terjangnya. Maaf, lihat saja “buah”nya saat ini dan nanti. Orang bijak akan menilai kemampuan seseorang dalam management dan leadership mulai dari unit terkecil, yaitu rumah tangga!
Maaf Pak Lucky, lebih arif dan akuntabel lah kalau membuat pernyataan/ komentar agar dimasa tua Anda orang akan menghormati Anda. Belumterlambat untuk sadar. Tuhan maha pengampun. Kamipun sudah memaafkan Anda. Komentar ini TERPAKSA saya tuliskan agar Anda bisa lebih akuntabel sebagai seorang Guru besar. Saya tahu ANDA BISA KALAU ANDA MAU MENYADARI MOTIF2 ANDA NEGATIF.
Tuhan Yesus memberkati Pak Lucky dan keluarga besarnya.
Disinilah anda dapat berdiskusi tentang UNSRAT/rektor dll..
Jangan tread lain malah bahas kampanye2 unsrat
Cuma prof lucky profssor mar aktif disini, laen sibuk kerja bangun unsrat dia sibuk beking yg aneh2 dsini….. hahahahaha………… kantara nda ada hambakk
Belum tau kang ttg lucky?? so bgitu depe model, cuma disini org tanggapi pa dia maar di unsrat. dodoe….. Perlu so mo pke PRof disini????
@Komentator, selain membimbing yunior, tentunya Guru Besar punya hak memilih Rektor….
Kalo hak pemilih Rektor cuma orang2 Rektor saja, guna apa Demokrasi di Kampus. Dan dengan cara itu Incumbent bisa berkuasa seenaknya dan menjadi seperti Diktaktor.
Salam Damai….cuman argumen saja…
Sebagai professor, Prof Lucky Sondakh pasti tau apa yg sementara menjadi keprihatinan sebagian staff UNIMA. Tapi lucunya beliau menggunakan berita ini untuk memuji2 rektor UNIMA dan membandingkannya dengan UNSRAT. Seperti seorang provokator. Pertanyaan rhetoris-nya di bagian akhir menunjukkan ke arah itu. Kayak anak kecil yg bilang ke ibunya “Mom, Alo pe mam da beli akang dia sepeda, kita dang Mom ndak beli akang?”.
salut komentar Prof. Lucky. UniMa pasti bisa
Bayangkan, 50% saja professor punya cara berpikir seperti Prof Sondakh, maka sebuah universitas tidak akan bakalan maju sama sekali. Karena yg dipikirkan cuma: bagaimana menjadi penentu sistem di universitas. Bukan bagaimana memajukan keilmuan. Padahal seharusnya universitas menjadi sumber dari kemajuan sebuah daerah karena disitulah para peneliti berada.
Prof Sondak, jadi guru besar itu fungsinya untuk mengayomi, membimbing para dosen yunior…. BUKAN supaya punya suara untuk menentukan siapa rektor….. Lucu juga baca Prof pe komentar ini….
…ODOH DAPA LIA RUPA MANTAP SAMUA INI CALON REKTOR….
..
…MUDAH-MUDAH SESUAI DENG DORANG P GELAR…HEBAT-HEBAT..
Sok tau ngana lucky. Bagitu noh ngana, kalo orang so nda suka pa ngana di unsrat, sedang dari fakultas sandiri nemau pilih pa ngana jadi perwakilan….
Bakaca kwa, sadar diri. Anak riki somo kaweng ulang leh. Kapa biar nda statuta mo bwa pengaruh so ngana…. kasian deh loe……
Luar biasa….dengan jumlahj yang mendaftar ikut Pilrek sebanyak 10 orang menunjukkan Para Gurubesar di Unima menikmati “academic freedom” dan sportivitas intelectual. Memang, kwalitas dan keunggulan intelektual dan kepemimpinan tidak pernah dihasilkan oleh sistim “authoritarian” yang memasung “intelectual fredom” dengan kekuatan intervensi kepentingan dan kekuasaan. Untuk itu saya, saluut dengan “incumbent” Rektor Unima, Prof Tuerah yang justru memberi kelegaan dan kebebasan bagi siapa saja yang mau menjadi “rival” nya. Ini kwak yang “fair” toch. Unima juga tidak merobah “statuta” untuk ‘mengebiri’ hak hak dari sebagian Gurubesar atau Dposen senior yang potential untuk ikut Pilrek, dan menyulitkan kandidat yang populer toch…saya tidak tahu. Kalau Unsrat, berdasarkan ” voting” sudah mengusulkan ‘statuta’ dimana hanya sekitar 30 % Gurubesar yang berhak memilih Calon Rektor….apakah ‘rancangan statuta’ ini disetujui atau tidak, kami belum tau, tetapi memang setelah usulan itu dikirim, sejumlah Gurubesar langsung menghadap Wakil Menteri Diknas untuk meminta peninjauan kembali kwalitas rancangannya…dan rancangan ini jangan ditetapkan berdasarkan ‘voting’ tapi berdasarkan kajian jernih ‘naslkah akademi’ yang mendasarinya. .Kalau ‘rancangan statuta’ itu disetujui, yah tentu sah sah saja (kecuali kalau mau mengadu yterus ke DPR dan MK) sangat besar kemungkinan Prof Rumokoy akan memenangkan pertarungan berikutnya…..Kalau memang rancangan statuta ini, masuk dalam rancanganNYA, rancangan ‘Maha Kuasa’ yah pasti ‘rancangan ini’ akan ok.
Boleh tanya Pak Rektor Unima?. apakah Pilrek Unima Sekarang teta[p berdasarkan statuta lama atau memang ada keharusan dari Mendikbud harus merobahnya?….
Selamat kepada 10 Kandidat Mengikuti Kompetisi Fair di Pilrek UNIMA, dan doa kami bagi anda asemua, termasuk Doa saya bagi Prof Tuerah untuk menyelenggaralkan pilrek ini dengan aman dan bermutu..Viva Unima.
Demokrat pasti sedang bergerak…hati2…Parpol masuk kampus…akan senasib dengan UNSRAT
siapapun yang terpilih nanti, kiranya memperhatikan hal kecil namun penting ” WC” terkadang susah buang air dikampus karena keadaan WC yang tidak layak. s
Semoga yang terbaik untuk masa depan UNIMA yang terjaring…. Torang samua basudara, Samua kandidat so memegang gelar yang paling Tinggi di bidang Keilmuwan masing-masing. Semoga pendidikan di SULUT ini bisa menelurkan ilmuwan-ilmuwan muda yang bisa mengharumkan torang pe daerah di kancah Nasional maupun International lewat pendidikan di UNIMA. Salam Pendidikan.
Selamat berdemokrasi UNIMA.