MANADO – Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado terus melakukan sosialisasi dan penyuluhan sebagai pembelajaran kepada masyarakat untuk memelihara kesehatan gigi.
“Kami menerjunkan mahasiswa ke tengah masyarakat untuk melakukan pendataan secara langsung dan hasilnya kesadaran masyarakat untuk menjaga dan memelihara kesehatan gigi dan mulut masih rendah,” kata Direktur Rumah Sakit Gigi Mulut Pendidikan dan Sekretaris Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Unsrat Manado, Dr Venny Wowor, Kamis (27/10).
Wowor mengatakan, rendahnya tingkat kesadaran masyarakat untuk memelihara kesehatan gigi dan mulut, juga disebabkan oleh kekurangan tenaga dokter gigi di Sulut yang hanya berjumlah 75 orang, namun ini tak mengurangi semangat untuk meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut di Sulut, khususnya Manado.
“Dengan segala keterbatasan baik dari segi Sumber Daya Manusia yang hanya berjumlah 75 orang maupun peralatan kami terus melakukan pelayanan maksimal, salah satu caranya dengan mencetak tenaga dokter gigi di FKG Unsrat ini,” kata Wowor.
Dikatakan Wowor, dengan bertambahnya tenaga dokter gigi yang akan dihasilkan FKG Unsrat ini, nanti bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Sulut dan melayani lebih maksimal sesuai rasio perbandingan satu dokter melayani 10.000 pasien, tidak seperti sekarang yang masih sangat kurang yakni 2 juta penduduk Sulut dilayani 75 dokter.
Untuk ini, kata Wowor mereka terus berharap dukungan Pemerintah Sulut, khususnya Manado akan lebih besar sebab Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) ini bukan hanya milik Unsrat, tetapi juga aset daerah yang harus mendapatkan dukungan penuh.(don)
