Tondano – Adanya oknum-oknum penganut paham garis keras yang gemar melancarkan gerakan radikalisme atau bahkan terorisme di Indonesia terus mendapatkan penolakan. Salah satunya justeru datang dari kalangan umat Islam sendiri khususnya di Minahasa.
Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Minahasa Sjaogil Ahmad SH MH dalam orasi kebagsaan pada acara Deklarasi Nusantara Bersatu, Rabu (30/11/2016) kemarin menyatakan dengan tegas bahwa umat Islam Minahasa menolak segala sesuatu yang identik dengan kekerasan.
“Paham mupun gerakan radikalisme dan terorisme atau apapun sebutannya yang pada kenyataan mempraktekan kekerasan itu diharamkan oleh agama Islam sendiri. Kami sebagai kaum minoritas justeru merasa dilindungi bukan sebaliknya,” kata Ahmad.
Ahmad pun menyatakan rasa syukurnya karena di tanah Minahasa hidup rukun dan damai itu sangat terasa dan terpelihara. Oleh karena itu Bhineka Tunggal Ika dan NKRI mutlak adalah harga mati bagi warga Minahasa. (frangkiwullur)
